Home Pemda Dogiyai Nakes Di Puskesmas Perawatan Unito Nihil

Nakes Di Puskesmas Perawatan Unito Nihil

suroso  Kamis, 21 September 2023 22:37 WIT
Nakes Di Puskesmas Perawatan Unito Nihil

UNITO - Sekalipun sudah ada Puskesmas Perawatan Di Unito Distrik Sukikai Selatan tetapi sayangnya tenaga kesehatan (Nakes) kosong (nihil). Gedung Puskesmas Perawatan Unito terlantar bagai gedung tak bertuan. Karena sejak lama tak ada aktifitas sehingga gedungnya terlantar membisu di kelilingi belantara. Puskesmas tersebut dibangun dengan dana yang tidak sedikit untuk menyediakan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan status Puskesmas Perawatan. 

Selama beberapa bulan terakhir ini tidak ada pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena tidak ada petugas medis. Masyarakat Unito merasakan adanya pelayanan kesehatan selama dua bulan terakhir ketika ada program "kaki abu" di tempatkan di Unito. Sepeninggal relawan program "Kali abu" putus lagi pelayanan kesehatan di Unito. 

Tokoh masyarakat Unito, Nolbertus Semu dan Frans Makai menilai kondisi kesehatan masyarakat Unito seperti sebelum adanya pemerintah di belantara  wilayah dataran  rendah selatan Dogiyai. Masyarakat kembali dengan obat-obatan tradisional. Harapan masyakat mendapat pelayanan kesehatan dari pemerintah sepertinya hanya sebuah impian belaka  karena tidak ada petugas kesehatan yang melayani masyarakat lewat Puskesmas Pembantu (pustu) di Tagiwo dan Puskesmas Perawatan di Unito. 

Penilaian dua tokoh masyarakat Unito ini tidak sekedar omongan tetapi berdasar fakta yang terjadi sebulan terakhir inI. 

Keluhan warga itu terlontar seketika menyaksikan Esebius Tagi ketika mengalami luka-luka akibat serangan babi hutan awal September ini luka-lukanya tak bisa diatasi dengan tindakan medis tetapi pengobatan secara tradisional. Demikian juga ketika anak ke 2 dari Esebius Tagi digigit ular bisa juga ditangani secara tradisional. 

Lebih parah lagi seorang anak berusia kurang lebih dua tahun meninggal dunia awal pekan ini setelah sakit ringan selama sepekan. "Saya sangat sedih karena anak ini meninggal tanpa minum sebiji obatpun. Kalau soal meninggal dan hidup itu di tangan Tuhan. Tetapi yang saya sedih karena anak ini meninggal tanpa minum sebiji obatpun. Padahal di sini ada Puskesmas dan ada petugas yang ditempatkan pemerintah," sedihnya Edmundus Semu dari pinggir mayat putrinya. 

Mencermati nihilnya pelayanan kesehatan di Unito masyarakat menilai ibarat kembali tinggal di belantara seperti masa lalu. (ans) 


suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan