Home Pemda Intan Jaya Penyusunan Raperda Pajak dan Retribusi Harus Dilakukan Secara Benar

Penyusunan Raperda Pajak dan Retribusi Harus Dilakukan Secara Benar

suroso  Kamis, 10 Agustus 2023 7:2 WIT
Penyusunan Raperda Pajak dan Retribusi Harus Dilakukan Secara Benar

SUGAPA – dalam proses penyusunan raperda pajak dan retribusi di Kabupaten Intan Jaya, harus dilakukan secara benar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini ditegaskan Pj Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST seperti disampaikan Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si, saat finalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Intan Jaya tentang pajak dan retribusi, Selasa (8/9/23) di Sugapa.

Beberapa poin yang harus diperhatikan, kata bupati, diantaranya, pertama, telah dilakukan penyusunan naskah akademik yang melihat dari aspek filosofis, sosiologis dan yuridis termasuk substansi, muatan dan jangkauan pengaturannya. Kedua, dilakukan konsultasi publik minimal 2 kali dengan melibatkan masyarakat. Karena Raperda ini akan diterapkan kepada masyarakat umum sebagai obyek pajak dan retribusi.

Ketiga, agar dilakukan harmonisasi, pemantapan dan pembulatan konsepsi dengan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua sebagaimana amanat UU nomor 12 tahun 2011 sebagaimana telah beberapa kali diubah terkahir dengan UU nomor 13 tahun 2022 tentang perubahan kedua atas UU nomor 12 tahun 2011 tentang pebentukan perturan perundang-undangan, Permendagri nomor 80 tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Permendagri nomor 120 tahun 2018 tentang pembentukan produk hukum daerah dan Perda nomor 4 tahun 2021 tentang pembentukan produk hukum daerah.

“Kepada Kepala BPPKAD Kabupaten Intan Jaya selaku pemrakarsa sekaligus ketua tim penyusun saya ingatkan agar dalam proses penyusunan benar-benar dilakukan secara teliti dengan melibatkan stake holder. Sehingga Perda yang dihasilkan nanti benar-benar dapat dilaksanakan dengan maksimal dan tidak berubah setiap waktu. Setelah seluruh proses penyusunan selesai, segera kita sampaikan kepada DPRD untuk dibahas bersama untuk menuju proses selanjutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pajak daerah dan retribusi daerah merupakan kewajiban warga negara kepada negara/daerah dalam rangka mendanai pembangunan dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu Perda pajak dan retribusi harus mampu memaksimalkan potensi yang ada. 

Bicara potensi yang ada dan berkaca kepada kondisi masyarakat yang masih awam tentang kewajiban kepada negara, katanya, untuk sementara waktu penerapan pajak dan retribusi di Kabupaten Intan Jaya belum dapat dilakukan secara maksimal. 

“Berdasarkan data pembangunan kita bahwa 41% dari masyarakat kita termasuk dalam kategori miskin bahkan kalau dilakukan sensus secara lebih konfrehensif barangkali angka kemiskinan Kabupaten Intan Jaya jauh lebih tinggi dari 41% yang tidak seharusnya tidak dibebani dengan pungutan pajak dan retribusi. Sebagian besar masyarakat kita hidup sederhana, tinggal di honai tanpa semen dengan tingkat pendapatan yang tidak menentu,” ujarnya.

Namun Perda pajak dan retribusi tetap harus ditetapkan karena perintah undang-undang. Namun dalam implementasinya di lapangan harus dilakukan secara hati-hati. 

“Itulah sebabnya diwal saya sampaikan penyusunan Perda ini harus melalui proses yang benar agar jangan setelah ditetapkan dan diterapkan terjadi penolakan disana-sini,” tuturnya.

Yang pasti bahwa adanya kewenangan pemungutan pajak dan retribusi kepada daerah berdasarkan UU HKPD namun dengan kondisi yang ada, potensi yang dapat diusahakan adalah pajak restoran termasuk rumah makan dan pajak galian C. Sedangkan jenis pajak lain belum berkembang di Kabupaten Intan Jaya. 

“Jenis pajak yang lain tetap kita atur dalam perda kita karena perda berlaku untuk jangka yang panjang,” tuturnya. (ros)


suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan