Home Nabire Warga Kritisi Rehab Tugu Selamat Datang

Warga Kritisi Rehab Tugu Selamat Datang

suroso  Kamis, 17 Nopember 2022 9:0 WIT
Warga Kritisi Rehab Tugu Selamat Datang

NABIRE – Pembangunan dan rehab terhadap sejumlah bangunan tugu di Kota Nabire, kini sedang dilakukan. Salah satunya adalah rehab terhadap Tugu Selamat Datang yang beada tepat di depan Bandara Nabire. Terhadap rehab tugu ini mendapat kritikan dari warga. 

Salah seorang warga Nabire, Saverius Tebai, mengkiritik jika diameter lingkaran Tugu Selamat Datang itu dinilai terlalu lebar. Imbasnya, membuat badan jalan di sekitar tugu itu menjadi sempit. Dengan jalan yang cukup sempit di seputaran tugu itu, kata dia, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak rawan kecelakaan di lokasi itu.

“Saya lihat lingkaran tugu itu terlalu lebar sehingga terlihat jalan di sekelilingnya terlihat sempit. Badan jalan yang sempit itu akan menimbulkan rawan kecelakaan,” ujarnya, Senin (14/11/22) kemarin.

Dirinya berharap pihak pelaksana bisa mempertimbangkan hal ini. Karena di lokasi yang berada tepat di depan Bandara Nabire itu juga termasuk lokasi jalan yang padat arus lalu lintas dalam setiap harinya.

Lebih lanjut dikatakan, dirinya sebagai warga Nabire tentu merasa senang dengan adanya pembangunan maupun rehab tugu-tugu yang ada di daerah ini. Karena keberadaan tugu-tugu itu semakin mempercantik wajah Kota Nabire. Namun demikian, kata dia, tentu pembangunan maupun rehab yang dilakukan juga dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Salah satunya faktor keselamatan berlalu lintas pada ruas jalan di sekitar tugu tersebut. 

“Apa yang kami sampaikan sebatas usul saran, dengan pertimbangan faktor keselamatan berlalu lintas di ruas jalan sekitar tugu. Bagaimana tindaklanjutnya, itu kewenangannya para pihak terkait,” ujarnya. (ros)


suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 24 Januari 2023 20:3
Saatnya Orang Papua Jaga Alam dan Lestarikan Budaya
SAATNYA kita! Orang Asli Papua (OAP) hentikan kerusakan alam yang sebagai pelindung kehidupan dan lestarikan budaya menurut pikiran Alam Orang Papua. Karena Alam dan budaya adalah manusia yang selalu memberi stamina tubuh manusiaagar tetap mempertahankan budaya nafas kehidupan kita diatas alamnya itu sendiri, di Papua.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Aksi Damai Tolak Pj Gubernur Papua Tengah
suroso  Selasa, 8 Nopember 2022 23:46
Bupati Imbau Sitkamtibmas Kondusif Jelang Nataru
suroso  Kamis, 17 Nopember 2022 0:6
Mahasiswa PGSD Kelas Jauh Apresiasi Pemda Deiyai
suroso  Selasa, 8 Nopember 2022 23:27
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan