Home Papua Tengah PDIP Dogiyai Goyang atau Digoyang ?

PDIP Dogiyai Goyang atau Digoyang ?

suroso  Rabu, 9 Nopember 2022 8:19 WIT
PDIP Dogiyai Goyang atau Digoyang ?

SEPERTINYA Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Dogiyai sedang goyang diterpa kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai periode 2019-2024. Sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif 2019 lalu, porsi pimpinan, Ketua DPRD dipimin partai PDIP. Tetapi, kini posisi Ketua DPRD dialihkan ke PPP sebagai partai pemenang kedua.

Sementara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai partai pemenang kedua tenang-tenang saja. Karena, ketika posisi Ketua DPRD “goyang” dan otomatis Ketua I menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD. Karena, pimpinan DPRD merupakan jabatan yang bersifat kolektif kolegial.

Didaulatnya Simon Petrus Pekei oleh internal anggota dewan sebagai Ketua sementara merupakan pukulan telak bagi partai berlogo kepala banteng di Kabupaten Dogiyai. Simpetu (Simon Petrus) Pekei akan menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD Dogiyai akibat ketidakseriusan PDIP mempertahankan jabatan Ketua DPRD, sehingga Simpetu menuainya bagai “durian runtuh”.

PDIP Kabupaten Dogiyai, goyang atau digoyang? Agak sulit untuk memastikan tetapi entah sadar atau tidak, internal PDIP “ikut” menggoyang jabatan Ketua DPRD Dogiyai. Pasalnya, surat pengunduran diri Ketua DPRD, Elias Anou terbongkar, apakah ada unsur kesengajaan atau dibongkar pihak lain. Dalam surat pernyataan, Elias Anou tidak ditujukan ke lembaga DPRD dengan alasan tertentu, tetapi surat tersebut sebagai jawaban atas kesepakatan internal partai untuk membagi masa jabatan Ketua DPRD, sebelum diusulkan sebagai calon Ketua DPRD Dogiyai. Ini menjadi alasan bagi anggota lain. Digoyang ketika pihak lain, di luar PDIP menemukan surat pengunduran diri sehingga terbuka ke publik bahwa Ketua DPRD sudah mengundurkan diri.

Goyang dan digoyangnya jabatan Ketua DPRD Dogiyai ini semakin kuat ketika rekomendasi DPP untuk nama calon Ketua DPRD Dogiyai pengganti antar waktu (PAW) terbuka di lingkungan Komakago (lokasi kantor Sekretariat DPRD Dogiyai).

Sementara goyangan ini semakin menggema di internal dewan, Simpetu sebagai Wakil Ketua I DPRD tenang-tenang saja. Karena, secara otomatis kepemimpinan sebagai akan jatuh ke Wakil Ketua I, sebab pimpinan dewan kolektif dan kolegial. 

Akibat terbukanya dua surat tersebut, PDIP Kabupaten Dogiyai “lepas palu sidang” kepada PPP. Entah berapa lama, “palu sidang” akan kembali ke PDIP? 

Rapat internal DPRD yang dipimpin Badan Kehormatan dua hari lalu merupakan legitimasi internal dewan, Wakil Ketua I, Simon Petrus Pekei untuk menjalankan tugas dan kewajiban Ketua DPRD. Dan kesepakatan tersebut sebagai salah satu surat pengantar untuk memproses Ketua DPRD PAW ?

Untuk mengambil kembali “palu sidang”, agaknya PDIP masih membutuhkan waktu. Pasalnya, masih butuh proses, mulai dari Kigamani hingga Dok II, Jayapura. Apalagi, kondisi Gubernur Papua, Lukas Enembe demikian, jika SK Ketua DPRD hanya ditandatangani oleh Gubernur. Tetapi jika SK Ketua DPRD bisa ditandatangani pejabat lain di Kantor Gubernur, tidak butuh waktu lama jika Kigamani memprecepat prosesnya, ataukah cukup diurus oleh partai?

Sekalipun SK Ketua DPRD Dogiyai sudah ada, koordinasi lagi dengan pejabat yang melantik Ketua DPRD. Palu sidang kembali ke tangan PDIP ketika sudah dilantik secara resmi. (ans)  


suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan