Home Nabire Terkesan Penerimaan Murid Baru di Sekolah Besar, Gunakan Dua Pintu

Terkesan Penerimaan Murid Baru di Sekolah Besar, Gunakan Dua Pintu

suroso  Kamis, 30 Juni 2022 8:26 WIT
Terkesan Penerimaan Murid Baru di Sekolah Besar, Gunakan Dua Pintu

NABIRE - Kepala sekolah SMA Bhakti Mandala Nabire, Agustus Ambadatu  menilai, penerimaan murid baru pada awal tahun pelajaran 2022/2023 bagi SMA/SMK secara khusus di sekolah besar terkesan menggunakan dua pintu.

Sehingga dengan menggunakan dua pintu ini, sejumlah sekolah kecil di tingkat SMA dan SMK tidak kebagian murid baru. Sementara pemerintah terus berteriak dan meminta agar dalam penerimaan murid bari di awal tahun pelajaran 2022/2023 harus menggunakan sistim zonasi.

Namun harapan untuk menggunakan sistim zonasi sepertinya tidak dihiraukan oleh sejumlah sekolah besar. Sehingga sampai memasuki akhir bulan Juni ini, rata–rata murid lulusan SMP/MTs di akhir tahun pelajaran 2021/2022 yang mendaftar di SMA dan SMK kecil hanya berjumlah 40-an murid baru.

“Selaku kepala sekolah SMA sudah mengetahui adanya sistim dua pintu yang dilakukan oleh sekolah besar. Pada awalnya mengumumkan untuk hanya menerima murid baru sebanyak 200-an orang murid untuk mengisi lima ruangan kelas. Namun faktanya hingga pengumuman hasil tes dan melengkapi berkas yang kurang, masih saja ada pintu belakang atau pintu kedua yang terbuka untuk tambahan menerima murid yang tidak lulus tes masuk,” ujar Kepala Sekolah SMA Bhakti Mandala, Agustinus Ambadatu kepada Papuapos Nabire, Rabu (29/6/22).

Untuk itu selaku kepala sekolah SMA Bhakti Mandala Nabire pertanyakan sampai sejauh mana kebijakan seorang Kepala Dinas Pendidikan dalam mengatur semua satuan pendidikan dalam memahami sistim zonasi agar ada pemerataan murid ke semua sekolah.

Sehingga sebagai sekolah kecil/swasta menilai sistim zonasi itu hanya sebuah ucapan bibir belaka. Karena faktanya di lapangan sekolah besar terus masih menggunakan dua pintu dalam penerimaan murid baru pada awal tahun pelajaran 2022/2023. (des)


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan