Home Pemda Deiyai Warga Aspirasikan Bangun Bronjol di Bobata dan Dedou

Warga Aspirasikan Bangun Bronjol di Bobata dan Dedou

suroso  Kamis, 30 Juni 2022 8:25 WIT
Warga Aspirasikan Bangun Bronjol di Bobata dan Dedou

DEIYAI - Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas PU telah timbun material di jalan, tepatnya di badan jalan Bobata dekat Tanjung Momai dan di badan jalan di Tanjung Ukaagoo sampai Dedou, Distrik Tigi Barat, Kabuapaten Deiyai. 

Sebelumnya, di dua lokasi itu ketika terjadi luapan air Danau Tigi, selalu menjadi sasaran genangan air luapan danau. Sehingga saat itu kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melewati tingginya air luapan Danau Tigi.

Kedua lokasi badan jalan Bobata dan Dedou yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, Dinas PU telah menjawab kerinduan warga dengan menimbun jalan. Sehingga kemungkinan kedepan ketika terjadi lauapan air danau, tidak akan terendam air luapan. 

Melihat kondisi jalan di dua lokasi yang telah ditimbun itu, salah seorang warga Tigi Barat, Jhon T, mengharapkan, kepada pemerintah daerah agar melalui Dinas PU, dapat membangun bronjol lagi di sepanjang jalan yang telah ditimbun material.

“Bangun bronjol ini demi menjaga kenyamanan material yang telah ditimbun di kedua lokasi jalan.  Langkah bagusnya, Dinas PU harus bangun bronjol di sepanjang jalan yang telah ditimbun. Jika bangun bronjol, akan aman dari kikisan, kerusakan, jatuhan material yang telah timbun. Tetapi jika tidak bangun brojol akan cepat rusak. Dengan bronjol, yakin akan aman. Karena di atas jalan, akan dilewati kendaraan dan bisa berdampak kerusakan jalan lainnya.  Hal itu pasti pihak PU sudah pikirkan.  Tetapi kita hanya ingingatkan dan masukkan saja,” katanya kepada wartawan media ini, kemarin.

Lanjutnya, di kedua lokasi yang selalu sasaran genangan air luapan danau ini, memang dari dulu sudah menjadi makanan air danau ketika terjadi luapan Danau Tigi. Selalu tergenang, terendama dengan air luapan danau. Sehingga selama ini menjadi keluhan dan kerinduan warga. Tetapi kini pemerintah daerah melalui PU, telah mulai menjawab keluhan dan kerinduan warga Tibar.  

“Di dua lokasi jalan, ketika terendam air luapan danau, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa lewat. Para pejalan kaki juga tidak bisa lewat, harus menyeberang dengan menggunakan perahu danau. Tetapi sekarang dan selanjutnya yakin akan keluar dari kondisi buruk yang selalu mengganggu aktifitas warga yang melintasi di wilayah Tigi Barat. Kedepannya walau terjadi luapan air Danau Tigi juga tidak seperti kondisi-kondisi lalu,” tambahnya. 

Dia menambahkan, penimbunan jalan di dua lokasi yang telah dilakukan oleh Dinas PU, sangat tepat dan menjawab kerinduan warga Tigi Barat selama ini. Karena ketika terjadi luapan air danau, aktifitas warga, terutama untuk melintasi atau melewati di jalan tidak bisa karen air luapan danaunya sangat tinggi.

“Kami warga sangat apresiasi kepada pemerintah daerah dalam hal ini pihak Dinas PU, telah terjawab kerinduan dan keluhan warga Tigi Barat. Kami salut dan sampaikan terima kasih,” ucapnya. 

Dia juga kembali mengharapkan kepada Dinas PU, dalam tahun 2023 dapat berupaya dilanjutkan pekerjaan penimbunan, pengaspalan, bangun bronjol di kedua lokasi Bobata dan Dedou. Agar kedepannya semua aktifitas warga dapat lancar sebagaimana biasa, seperti saat ini.  (hbb)   


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan