Home Papua Tengah 654 Orang Tim Pendamping Stunting Telah Dilepaskan

654 Orang Tim Pendamping Stunting Telah Dilepaskan

suroso  Kamis, 30 Juni 2022 8:22 WIT
654 Orang Tim Pendamping Stunting Telah Dilepaskan

PANIAI - Sebanyak 654 orang tenaga tim pendamping stunting dari Dinas Pemberdayaan Anak, Perempuan dan KB Kabupaten Paniai, pada tanggal 24 Juni 2022, secara resmi telah dilepaskan ke 216 kampung yang tersebar di 24 distrik wilayah Kabupaten Paniai. Pelepasan dilakukan Asisten I Setda Bidang Pemerintahan Setda Paniai, Thomas Yeimo, S.STP, M.Si, mewakili Bupati Oaniai, Meky Nawipa, di halaman Kantor Bupati Paniai, di Madi.

Pelepasan tenaga tim pendamping stunting di Paniai yang terdiri dari tenaga kader KB, tenaga pembantu Posyandu, tenaga PKK yang ada di kampung-kampung dan distrik di wilayah kabupaten, ditandai dengan pemberian pakaian seragam dan kartu peserta kepada perwakilan tenaga tim pendamping stunting oleh Asisten I Setda Paniai, Thomas Yeimo. 

Dalam sambutannya Asisten I Setda Paniai, Thomas Yeimo, mengatakan, pemerintah daerah sangat apresiasi kepada tim pendamping stunting. Karena akan turun ke kampung–kampung di wilayah Kabupaten Paniai, untuk menjalankan tugas selama bertugas di lapangan sebulan lebih.

“Saya juga meminta agar para tim pendamping stunting, dalam menjalankan tugas tetap dapat menjalankan kerja sama antar pendamping dan semua stakeholder dimana saja kalian bertugas. Permintaan sampaikan agar pencapaian target secara nasional angka stunting dari 24 persen, dapat menekan menjadi 14 persen tahun 2024. Dapat terwujud sesuai dengan keinginan bersama,” katanya dalam rilisnya kepada media ini.

Dia menambahkan, selama bertugas di lapangan, para tim pendamping stunting jangan lupa kerjasama, koordinasi, saling tanya-menanya, jaga kesehatan, saling bantu membantu, diskusi dan lakukan pekerjaan dengan baik.

“Kita semua adalah tenaga–tenaga pendamping stunting yang akan siap perangi stunting di lapangan. Kita harus siap sesuai dan pedoman dan petunjuk yang telah diperoleh melalui kegiatan pelatihan yang telah berlangsung selama tiga hari pada pekan lalu. Agar tugasnya dapat berjalan dengan baik,” harapnya.   

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan KB Kabupaten Paniai, Prialince Tatogo, mengatakan, pembentukan tim pendamping stunting terdiri dari tenaga kader Posyandu, kader KB, kader PKK yang ada, sejak September tahun lalu. Hanya belum turunkan ke lapangan untuk jalankan tugas, mendampingi keluarga diduga beresiko stunting di Paniai. 

“Kini tim pendamping yang akan diturunkan ke lapangan untuk menjalankan tugas, mendampingi diduga keluarga beresiko stunting di wilayah Kabupaten Paniai. Sehingga saya harap dapat jalankan tugas sesuai dengan materi pelatihan yang diperoleh selama tiga hari pada pekan lalu,” tambahnya. (hbb) 


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan