Home Papua Tengah Gerakan Dogiyai Berbunga Belum Ditindaklanjuti ?

Gerakan Dogiyai Berbunga Belum Ditindaklanjuti ?

suroso  Rabu, 8 Juni 2022 8:19 WIT
Gerakan Dogiyai Berbunga Belum Ditindaklanjuti ?

DOGIYAI – Membentuk wajah citra Dogiyai, khususnya Kota Moanemani menjadi asri dan indah, sebelummnya Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa membentuk mama-mama gerakan Dogiyai berbunga. Dinas yang diberi tugas lingkungan hidup menjadi pembina. 

Wajah Kota Moanemani berubah dari wajah dengan tumpukan sampah. Dua tumpukan sampah besar di ujung jembatan Kali Tuka, masih saja belum diangkut. Termasuk tumpukan jalan masuk perumahan dan Pasar Moanemani.

Kata Ketua Gerakan Dogiyai Berbunga, Mince Boma, beberapa waktu lalu di Pasar Moanemani, program pemerintah dan masyarakat itu belum ditindaklanjuti. Hingga kini belum ada truk pengangkut sampah. Pemerintah belum tentukan tempat pembungan sampah di Moanemani. 

“Intinya bagaimana Kota Moanemani Kabupaten dogiyai indah. Pernah bupati sampaikan di ruang pertemuan dengan pimpinan OPD. Lebih jauh beberapa dekade Moanemani halaman rumah penduduk indah, sepanjang jalan warna warni aroma bunga. Pemandangan menjadi indah bila halaman kantor OPD ada tanaman bunga. Bupati pada pertemuan dinas lingkungan hidup menyambut baik gagasan itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Mince Boma, hingga saat ini belum ada truk penangkut sampah. Sampah sudah bertumpuk banyak di Moanemani belum juga diangkut. Boma mengharapkan pemerintah Dogiyai melalu instansi teknis membeli truk pengangkut sampah. Jika tidak, Kota Moanemani penuh dengan  sampah. 

“Gerakan Dogiyai Berbunga tinggal nama. Bencana kedepan yang bisa saja terjadi. Musim hujan banjir Kali Tuka dan Tokapo Distrik Kamu Selatan Kampung Tuaida menjadi perhatian Pemkab Dogiyai,” kata Mince Boma. (don) 


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan