Home Nabire Mulai Juni, Digitalisasi SIAK Secara Nasional

Mulai Juni, Digitalisasi SIAK Secara Nasional

suroso  Selasa, 24 Mei 2022 9:38 WIT
Mulai Juni, Digitalisasi SIAK Secara Nasional

NABIRE – Mulai bulan Juni 2022, pemerintah berencana mengalihkan Sistim Informasik Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan sistim digitalisasi SIA seluruh Indonesia. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sedang menginput data kependudukan kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Laporan data kependudukan dari kota dan kabupaten Papua dan Papua Barat dijadwalkan masuk ke Kemendagri pada 27 dan 28 Mei tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nabire, Barnabas Watopa dalam rapat dengan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten yang dipimpin Klemens Danomira didampingi Sambena Inggeruhi dan Yurmina Money di ruang Bamus DPRD Nabire, Senin (23/5) mengatakan sejak semua data kependudukan masuk ke Kemendagri, semua data kependudukan tidak diambil lagi lewat Dukcapil daerah, semua dikeluarkan oleh Kemndagri. Oleh karena itu, KPU di daerah tidak bisa minta data penduduk lagi ke Dinas Dukcapil di daerah, semuanya dari pusat. Data pemilih untuk Pemilu Serentak 2024 sebagai DP4 akan diberikan Oktober 2022.

Dukcapil Nabire menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kemendagri menjadwalkan input SIAK dari seluruh kota dan kabupaten seluruh Indonesia, sebanyak 514 harus selesai dalam bulan Mei ini. Input SIAK dari Provinsi Papua dan Papua Barat ditetapkan tanggal 27 dan 28 Mei. Karena itu, seluruh data SIAK Kabupaten Nabire akan diinput pada tanggal yang sudah ditetapkan.

Sejak diinputnya data SIAK dari Nabire, Dukcapil tetap akan melayani SIAK kebutuhan masyarakat, data diupdate setiap hari ke server Kemendagri sehingga semua data penduduk dan pelayanan SIAK lainnya masuk ke Kemendagri yang menghimpun data kependudukan secara nasional.

Baenabas Watopa menjelaskan, sejak masuknya semua SIAK ke Kemendagri, daerah akan diberikan berupa blangko untuk pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El). Data pelayanannya terus akan diinput ke pemerintah setiap hari.


Perekaman ke Kampung


Anggota DPRD Nabire, Sambena Inggeruhi meminta Dukcapil Nabire untuk melayani perekaman KTP ke kampung dan distrik yang jauh dan terpencil. Karena, tidak mau mengulangi pengalaman Pilkada 2019 lalu dan diharapkan adanya penambahan penduduk di distrik terjauh seperti Distrik Dipa, Menou dan Siriwo.

Hal senada juga disampaikan legislator Klemens Danomira dan Yurmina Money. Karena, disinyalir sebagian orang asli Papua (OAP) tidak memiliki KTP El sehingga dapat mempengaruhi sejumlah urusan pemerintahan.

Plt Kadin Dukcapil, Barnabas Watopa juga mengakui, sebagian OAP tidak memiliki KTP El sehingga sebagian masyarakat OAP tidak terdata di administarsi kependudukan. Padahal, sejumlah urusan di pemerintah, termasuk anak sekolah, bisa terdaftar di sekolah berdasarkan data Nomor Keluarga dan Nomor Induk Keluarga yang terdaftar di dalam SIAK saat mengurus KTP El. Banyak dari OAP tidak terdata dan tidak punya NK dan NIK sehingga akan mempengaruhi banyak anak OAP korban sekolah.

Untuk melakukan perekaman ke distrik dan kampung terjauh, Watopa mengatakan pihaknya terkendala dengan dana. Sebab, dana Otsus yang diterima Dukcapil hanya Rp 1 miliar lebih 30 juta. Dalam nominator dinas, Dukcapil masuk di nominator pilihan sehingga Bappeda dan Keuangan hanya menganggar Rp 1 milar lebih tiap tahun anggaran. Karena dana otsus yang diberikan cukup sedikit sehingga tidak bisa berbuat banyak dengan pendataan OAP secara mendetail.

Anggota dewan, Sambena juga mempertanyakan pendataan khusus OAP di daerah ini. Namun, Watopa mengatakan, akibatnya dana Otsus yang sedikit tiap tahun anggaran, tidak bisa berbuat banyak dalam mendata penduduk OAP di daerah ini.

Dalam rapat tersebut, Sambena Inggeruhi mengatakan Komisi A akan menuyurat ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) untuk mempertanyakan tindaklanjut dari Peraturan Gubernur yang memberikan celah untuk mempergunakan dana kampung dalam pendataan penduduk. (ans)


suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
DPRD Dogiyai Tunda Undang Eksekutif
suroso  Selasa, 5 April 2022 19:9
Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Di Satpol PP
suroso  Jumat, 1 April 2022 0:6
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan