Home Papua Tengah Masyarakat Dogiyai Tolak DOB, Otsus 2, Polres dan Kodim

Masyarakat Dogiyai Tolak DOB, Otsus 2, Polres dan Kodim

suroso  Senin, 9 Mei 2022 11:22 WIT
Masyarakat Dogiyai Tolak DOB, Otsus 2, Polres dan Kodim

NABIRE – Masyarakat Dogiyai menolak untuk pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua, Otonomi Khusus (Otsus) Jilid 2, kehadiran Kepolisian Resor (Polres) dan Kodim di wilayah Kabupaten Dogiyai. Aspirasi penolakan DOB Provinsi Papua Tengah, Otsus jilid 2 serta kehadiran Polres dan Kodim disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Jumat, 29 April lalu.

Elemen masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi tersebut merupakan perwakilan dari 18 organisasi masyarakat (Ormas) dari kabupaten tersebut. Mereka menyampaikan orasinya di halaman DPRD Dogiyai, di Komakago diterima Ketua DPRD, Elias Anou bersama beberapa anggota dan Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai.

Saat menyampaikan demo, orator demo, mengatakan masyarakat tidak demo ke Jakarta. Masyarakat Dogiyai tidak demo kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai, kepada Polsek Kamu di Moanemani, kepada Polsek Mapia di Bomonai, tidak juga kepada Koramil Kamu di Moanemani dan Koramil Mapia di Bomomani. Tetapi masyarakat demo kepada Kapolri, demo kepada Pangab TNI di Jakarta.

Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai di Nabire, pasca menerima aspirasi masyarakat pekan lalu mengatakan, Oskar tidak ingin menyampaikan soal penolakan pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Otsus jilid 2. Karena penolakan DOB dan Otsus jilid 2 tidak hanya di Dogiyai tetapi hampir seluruh tanah Papua dan itu sudah menggema di seluruh tanah Papua. 

Tetapi Wakil Bupati Oskar Makai lebih menyoroti soal pemekaran Polres dan Kodim yang diaspirasikan masyarakat. Menurutnya, pemekaran Polres dan Kodim merupakan wewenang pemerintah pusat. Karena itu, kalau demo menolak kehadiran Polres dan Kodim sebaiknya demo ke pemerintah pusat. Karena di daerah tinggal melaksanakan keputusan pemerintah pusat.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati, Oskar Makai memerintah Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah untuk membiayai perwakilan pendemo bersama DPRD Dogiyai ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke Kementerian Polhukam, Mabes Polri, Pangab TNI, Mendagri. Perwakilan Pendemo bersama DPRD Dogiyai diminta bertemu dengan pejabat terkait di Jakarta dan sekembalinya diminta untuk mensosialisasikan hasil pertemuan perwakilan masyarakat dengan pejabat tinggi di Jakarta kepada public di Kabupaten Dogiyai, agar terbuka dan jelas tanggapan dari pemerintah pusat. Untuk itu, Wabup Oskar memerintahkan BPKAD Dogiyai untuk mengeluarkan dana sebesar Rp 1 Miliar dari dana .

Saat menerima aspirasi masyarakat, Wabup Oskar mengingatkan jika masyarakat menolak kehadiran Polres dan Kodim akan mengganggu Undang Undang Nomor 8 tahun 2008 tentang Pemekaran Kabupaten Dogiyai karena kalau menolak Polres dan Kodim, otomatis kabupaten juga akan kembali ke kabupaten induk di Nabire. Padahal Kabupaten Dogiyai sudah tiga periode bupati definitif, asset pemerintah sudah ada di Dogiyai.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada Bupati Dogiyai, DPRD dan masyarakat membicarakan masalah penolakan Polres dan Kodim oleh masyarakat ini harus dibicarakan dengan baik-baik. (ans)


suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
DPRD Dogiyai Tunda Undang Eksekutif
suroso  Selasa, 5 April 2022 19:9
Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Di Satpol PP
suroso  Jumat, 1 April 2022 0:6
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan