Home Papua Tengah Dogiyai Terlambat Bagi DIPA

Dogiyai Terlambat Bagi DIPA

suroso  Selasa, 15 Maret 2022 20:47 WIT
Dogiyai Terlambat Bagi DIPA

NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai dinilai terlambat membagi Daftar Perencanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2022 kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab tersebut. Akibatnya, sejumlah OPD belum mengerjakan kegiatannya, termasuk Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai.

Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai di Nabire, Senin (14/3) mempertanyakan eksekutif yang terlambat membagi DPA kepada OPD, padahal, sudah memasuki pertengahan bulan ketiga, bulan berakhirnya triwulan pertama tahun anggaran berjalan. Menurut kalender umum, hanya tersisa dua pekan berakhirnya triwulan pertama. Seharusnya DPA sudah dibagikan dalam bulan Februari atau awal Maret tetapi kenyataan yang sedang terjadi di Dogiyai, hingga pekan kedua Maret, Pemkab terlambat membagi DPA ke masing-masing OPD.

Ia menilai, semestinya DPA setiap OPD sudah dibagikan agar kegiatan masing-masing OPD dilaksanakan sejak triwulan pertama. Karena keterlambatan pembagian DPA ikut mempengaruhi penyerapan anggaran dan kegiatan masing-masing OPD di lapangan.

Dengan keterlambatan pembangian DIPA kepada masing-masing OPD, Minai meragukan semua program dan kegiatan akan terlaksana di lapangan sehingga mempengaruhi pencapaian kegiatan pembangunan di lapangan.

Minai mengungkap, tidak hanya OPD tetapi juga Sekretariat DPRD Kabupaten Dogiyai, belum menyerahkan DPA sehingga anggota legislatif tidak bisa melaksanakan kegiatannya.

Wakil Ketua Komisi A ini menduga keterlambatan penyerahan DPA untuk Sekretriat DPRD sebagai imbas dari Hak Interpelasi dan Hak Angket yang diajukan DPRD Kabupaten Dogiyai terhadap Bupati Dogiyai akhir tahun lalu.

Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkap, saat pembahasan anggaran tahun anggaran 2022 lalu, eksekutif hanya mengajukan materio garis besar tanpa merinci. Sekalipun anggota dewan telah mempertanyakan hal itu, eksekutif juga tidak memberi keterangan yang jelas karena saat itu Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa tidak ikut sidang hanya mewakilkan Wakil Bupati, Oskar Makai dan Sekretaris Daerah, Petrus Agapa.

Minai menambahkan, Bupati Yakubus Dumupa sebaiknya tidak perlu terlalu sibuk dengan urusan pemekaran. Karena kesibukannya di dalam urusan pemekaran daerah otonom baru, telah mengorbankan kepentingan daerah, telah mengalami keterlambatan pembagian DPA kepada setiap OPD. (ans)

suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
DPRD Dogiyai Tunda Undang Eksekutif
suroso  Selasa, 5 April 2022 19:9
Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Di Satpol PP
suroso  Jumat, 1 April 2022 0:6
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan