Home Papua Ipmanapandode Se-Jawa Bali Gelar Natal, Seminar, Perlombaan dan Sambut Tahun Baru

Ipmanapandode Se-Jawa Bali Gelar Natal, Seminar, Perlombaan dan Sambut Tahun Baru

suroso  Rabu, 12 Januari 2022 10:0 WIT
Ipmanapandode Se-Jawa Bali Gelar Natal, Seminar, Perlombaan dan Sambut Tahun Baru

BOGOR - Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Asal Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai Dan Deiyai Seluruh Jawa Dan Bali (Ipmanapandode Se-Jawa Bali)  telah menggelar perayaan natal, seminar, perlombaan dan sambut tahun baru di villa MDC Hotel, Kota Bogor, tanggal 27 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

Ketua panitia, Natalis Iyai, dalam rilisnya yang diterima media ini mengatakan, kepanitiaan ini dibentuk oleh BPH Ipmanapandode Bogor, dan kepanitiaan terpilih adalah Natalis Iyai sebagai ketua panitia, dibantu seorang wakil ketua, dua orang sekretaris, dua orang bendahara dan biro-biro. Natalis Iyai adalah mahasiswa semester akhir jurusan Biologi murni di Institus Pertanian Bogor (IPB), asal Mapiha, Kabupaten Dogiyai. Begitu juga dengan semua anggota kepanitiaan, semuanya adalah mahasiswa. 

Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang wajib dilaksanahkan, dan pelaksanaannya bergilir dari satu kota studi ke kota studi yang lain, sesuai kesepakatan bersama perwakilan BPH Ipmanapandode Se-Jawa Bali. 

Kegiatan tahun ini yang berlangsung di Bogor, dilangsungkan di Villa MDC Hotel, Kota Bogor, diikuti oleh 238 peserta, utusan dari semua BPH Ipmanapandode semua kota studi seluruh Jawa dan Bali. 

“Kegiatan secara resmi kami tangani saat tanggal 27 hingga 28 Desember 2021, semua peserta mulai berdatangan dari kota studi masing-masing. Kami arahkan menuju penginapan mereka masing-masing. Tanggal 29 Desember 2021, kami isi dengan seminar-seminar,” tuturnya. 

Lebih lanjut dikatakan, ada 5 orang pembicara dengan bidang atau pokok bahasan masing-masing. Pembicara yang diundang adalah Natalius Pigai, intelektual dan aktivis, mantan Komisioner Komnas HAM RI. Pigai menyampaikan materi bertema “Milenial Papua, Go To The Global”. Pembicara berikutnya adalah intelektual dan aktivis kemanusiaan, Marten Goo, menyampaikan materi bertema “Menjadi Mee : Intelektual dan Kritis.” Pembicara lainnya adalah Ibu Siti Sumartini, membawakan materi bertema “Pengelolaan Kopi Arabika Meepago.” Ibu Siti adalah utusan dari Kementerian BUMN RI di Jakarta. Pembicara terakhir adalah Kukuh Galih Waskita, Direktur Utama Perusahaan Hips Jaya di Jakarta, membawakan materi bertema “Kewirausahaan.”  Pemateri terakhir adalah utuan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Bogor yang menyampaikan materi bertema “Mengelola Desa Ekowisata.” 

“Melalui empat materi ini, kami panitia berharap, semua peserta memperoleh manfaat berupa ilmu pengetahuan dan cakrawala berpikir yang baru. Bapak Pigai kami undang untuk mengajak anak muda dari 4 kabupaten agar bangkit dan menjadi pemimpin Papua, Indonesia dan dunia. Bapak Goo mengajak untuk tetap kritis darena kritis adalah ciri khas intelektual atau kaum terpelajar,” urai Iyai menggarisbawahi isi materi. 

Sementara itu, menurutnya, Kukuh Galih mengajak anak muda untuk berinvestasi, mengembangkan usaha, menjadi tuan di atas kekayaan alamnya sendiri. Sementara itu Siti mengajak anak muda untuk memulai berwirausaha dengan serius mengembangkan kopi, sementara wakil dari Dinas Pariwisata Kota Bogor mengajak semua untuk mulai berpikir mengelola kampung dan daerah masing-masing menjadi destinasi wisata. 


Perayaan Natal


Panitia mengundang seorang pastor yang pernah bertugas di Paroki Maria Menerima Kabar Gembira, Kampung Bomomani, Daerah Mapiha, Kabupaten Dogiyai, selama 6 tahun. Pastor ini adalah pastor projo dari Keuskupan Agung Jakarta, namanya Johan Ferdinand, Pr. Pastor ini sangat dikenang di Mapiha dan Dogiyai karena semasa bertugas di Bomomani, membangun gereja sangat besar dengan rangka baja, membangun PLTA, membangun pabrik tahu, membangun TK PAUD dan bahkan menggelar misa budaya Mapiha dan memimpinnya sambil mengenakan koteka. 

Dalam kotbah, Pastor Ferdinand mengajak agar tetap bersaudara, tetap bersahabat, saling menguatkan, saling berbagi pengetahuan, dan bersemangat untuk terus menekuni jurusan masing-masing agar menjadi berbobot dan siap pakai di bidangnya. Menurut Pastor Ferdinand, itulah semangat natal yang bisa dipegang oleh anggota Ipmanapandode. Karena bila tidak, untuk apa jauh-jauh ke luar Papua, di Papua pun ada kampus. 

Perayaan Natal ditutup dengan makan masakan barapen. Ada ubi dan keladi, sayur, daging babi yang sudah dibarapen. Makan bersama dilangsungkan dengan mengatur tempat duduk peserta agar acak sehingga semua berbaur. 

Kegiatan berikutnya adalah aneka perlombaan. Ada beberapa mata lomba yang digelar antar kota studi, antara lain pertandingan sepakbola putra dan putrid, volley putra dan putri, dan cerdas cermat. 

“Kegiatan perlombaan itu dibuat agar melalui aneka lomba, ada kekompakan, persaudaraan, sportivitas dan kekerabatan terbangun. Harapannya, interkoneksi antar individu seperti ini dapat terus terpelihara bahkan di Papua, sehingga pembangunan Meepago bisa lintas kabupaten untuk hal-hal tertentu,” ujar Natalis Iyai. 

Selanjutnya menyambut tahun baru dalam suasana hehing dan doa. Tanggal 01 Januari, pagi hari, kami sebagai Panitia, telah sampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan yang diterima oleh BPH dan anggota Ipmanapandode seluruh Jawa-Bali yang hadir.  Kegiatan serupa di tahun berikutnya akan dibuat di kota studi Semarang-Salatiga. (Papuapos Nabire)

suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
PAW Anggota KPU Deiyai, Dilantik
suroso  Selasa, 22 Maret 2022 23:11
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan