Home Nabire Sesuai Surat Edaran, Satpol PP Larang Jual Petasan di Wilayah Nabire

Sesuai Surat Edaran, Satpol PP Larang Jual Petasan di Wilayah Nabire

suroso  Jumat, 3 Desember 2021 10:28 WIT
Sesuai Surat Edaran, Satpol PP Larang Jual Petasan di Wilayah Nabire

NABIRE - Satpol PP Nabire menghimbau sekaligus memberi peringatan bagi para pedagang yang berniat untuk menjual mercon atau petasan, dilarang menjual petasan di wilayah Nabire. 

Himbauan larangan penjualan petasan atau mercun di wilayah Nabire disampaikan kepada pedagang, berdasarkan surat edaran dari Setda Kabupaten Nabire, tentang pelarangan penjualan petasan nomor 500/2511/SET, tanggal 16 November 2021.  

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Satpol PP Nabire, Alexander Pekei, SSTP, M.Si, kepada awak media di Nabire.

Dikatakan, sebagai informasi, dalam rangka menyambut hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kabupaten Nabire, pemerintah daerah melarang penjualan petasan/mercon hingga tanggal 1 Januari 2021.

Hal tersebut sesuai surat edaran dari Setda Kabupaten Nabire tentang pelarangan penjualan petasan nomor 500/2511/SET, tanggal 16 November 2021.

Dasar Pemkab Nabire melarang penjualan petasan dan mercon ini sesuai dengan surat dari Ketua FKUB Nabire nomor 074/FKUB-NBR/X/2020, tanggal 25 Oktober 2021.

Dia juga jelaskan, pelarangan penjualan petasan/mercon ini adalah untuk menghormati umat Kristiani dalam merayakan hari Natal dan Tahun Baru 2022.  Mulai dari masa raya Advent 28 November hingga ibadah Natal pertama dan kedua tanggal 25 dan 26 Desember 2021, dan tahun baru 2022.

Pihaknya melakukan pengawasan sekaligus memberikan himbauan dan peringatan bagi warga, agar tidak melanggar aturan dari pemerintah daerah.  

“Jika kedapatan ada warga yang jual, melanggar aturan ini, maka pihak Satpol PP tidak segan-segan melakukan penertiban bahkan menyita barang jualan milik warga pedagang tersebut,” tegasnya.

Dia menambahkan, sementara jalankan pengawasan saja di tempat-tempat dan di Pasar Karang Tumaritis, Pasar Buton dan di wilayah Oyehe. Sementara tampaknya tidak ada pedagang yang jualan petasan. (hbb/ist) 

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan