Home Papua Tengah Sidang LKPJ Dogiyai Dalam Kontroversi

Sidang LKPJ Dogiyai Dalam Kontroversi

suroso  Senin, 25 Oktober 2021 21:18 WIT
Sidang LKPJ Dogiyai Dalam Kontroversi

NABIRE – Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Dogiyai tahun 2020 dibuka Ketua DPRD, Elias Anou, Jumat (22/10/21) dari Aula Gereja GKIP, Digikotu, Moanemani. Saat pembukaan, Ketua DPR diampingi Wakil Ketua I DPRD Dogiyai, Simon Petrus Pekei, Wakil Ketua II, Orgenes Kotouki, dihadiri Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai dan pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan undangan.

Usai pembukaan, tiga fraksi dari DPRD Dogiyai masing-masing Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F PDIP), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F PPP) dan Fraksi Gabungan menyampaikan pemandangan umum.

Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Makai, seperti dilaporkan kontributor TVRI Papua, mengatakan, materi LKPJ Bupati tahun 2020 belum koordinasi dengan Wakil Bupati sehingga pemandangan umum 3 fraksi yang sudah dibacakan saat pembukaan akan disampaikan kepada Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa. Oskar Makai mengatakan, menghadiri sidang karena diundang oleh DPRD, soal materi LKPJ, Bupati belum koordinasi dengan Wakil Bupati sehingga materi pemandangan umum 3 fraksi akan dilaporkan kepada Bupati untuk dibahas internal eksekutif.

Saat itu, Ketua DPRD Dogiyai, Elias Anou sesalkan ketidakhadiran Bupati Dumupa. Karena, DPRD sudah menyampaikan undangannya kepada Bupati tetapi tidak hadir.

Ketua DPRD Dogiyai juga menskor sidang LKPJ sambil menunggu kehadiran Bupati Dogiyai dalam sidang pembahasan Raperda LKPJ.  

Sebelumnya, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa melalui surat Bupati Dogiyai Nomor 900/273/SET Tentang Batasan Waktu Pembahasan Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Dogiyai di Kigamani tertanggal 18 Oktober 2021 menyampaikan dua hal tentang LKPJ.

Hal pertama, sesuai dengan Pasal 323 ayat (1) UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menegaskan, apabila dalam waktu 1 bulan sejak diterimanya rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dari kepala daerah, DPRD tidak mengambil keputusan bersama dengan kepala daerah terhadap rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, kepala daerah menyusun dan menetapkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APB. 

Bupati menyampaikan Raperda dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2020 kepada legislatif tertanggal 24 Agustus 2021 lalu.

Hal kedua dalam surat Bupati ke pimpinan DPRD, sehubungan hal pertama mengingat pembahasan Raperda tentang pertanggungjawaban telah melampaui batas waktu sesuai dengan ketentuan pada hal pertama (point pertama), maka pihak pemerintah daerah akan membuat Peraturan Kepala Daerah (Perkada) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua DPRD Dogiyai, Elias Anou seperti dilaporkan kontributor TVRI Papua, mengakui Bupati Dogiyai pernah menyampaikan kepada DPRD agar secepatnya melaksanakan sidang. Ketua DPRD, menyatakan sesal dengan ketidakhairan Bupati dalam siang paripurna. (ans)

suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
PAW Anggota KPU Deiyai, Dilantik
suroso  Selasa, 22 Maret 2022 23:11
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan