Home Nabire Setelah Tabisan Imamat Pastor Benyamin Magai, PR Pimpin Misa Perdana

Setelah Tabisan Imamat Pastor Benyamin Magai, PR Pimpin Misa Perdana

suroso  Selasa, 24 Nopember 2020 5:23 WIT
  Setelah Tabisan Imamat Pastor Benyamin Magai, PR Pimpin Misa Perdana

NABIRE – Setelah mendapat kenangan tabisan menjadi imam Uskup MGR Aloysius Murwito di Gereja Katolik KSK Bukit Meriam, Benyamin  Magai, PR bersukur telah dipilih menjadi seorang imam (pastor).

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah dan ibu anak kelima dari tujuh bersaudara yang menjadi pastor ini, di rumah pastoran Bumi Eonorejo, Minggu (22/11) lalu.

Penanggalan liturgi tahun 2020 ini, pada hari raya Tuhan Yesus Kristus raja alam semesta, misa perdana dalam bentuk budaya dengan menggunakan bahasa Mee Egagi dan bahasa Moni.

Tarian adat dari Suku Mee dan Moni mengarak dari pastoral menuju gereja.

Sebelum masuk gereja pastor membuka selubung papan nama Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Bumi Wonorejo, Dekanat Teluk Cenderawasih, Keuskupan Timika.

Pastor berkati papan nama gereja para pelayan misa bersama 27 orang anak sambut baru.

Bersama orang tua, ayah dan ibu dari anak–anak sambut baru ini masuk gereja.

Mereka duduk di bangku depan yang telah disiapkan panitia.

Misa budaya oleh imam baru pada  Minggu (22/11) sesuai penanggalan liturgi gereja seduania ini bertepatan juga dengan hari raya Tuhan Yesus Kristus raja semesta alam dunia turut didoakan warga umat yang berulang tahun.

  Pastor dalam kobah  homilinya, menjadi hal yang menonjol sesuai injil  hari ini masalah yang sulung menitip gembala yang baru.

Sebelum merelakan diri mati di kayu salib, beranikan diri tebus dosa–dosa umat manusia di dunia ini. (don) 

suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 4 Oktober 2022 0:21
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
Penulis Christina Meylani Selina Rumpaidus

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan