Home Papua Tengah Kondisi SMPN 2 Teluk Deya, Memprihatinkan

Kondisi SMPN 2 Teluk Deya, Memprihatinkan

suroso  Rabu, 9 Nopember 2022 8:4 WIT
Kondisi SMPN 2 Teluk Deya, Memprihatinkan

PANIAI – Saat ini masih ada sekolah yang kondisi fisik bangunannya memprihatinkan dan butuh perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 yang berada di Desa Ukauwo Distrik Teluk Deya, Kabupaten Paniai. Di sekolah itu kondisi plafon asbes sudah bolong bahkan ada yang roboh.

Hasil pantauan wartawan metrorakyat.com, Sabtu (05/11/22) di lokasi bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang dibangun pada tahun 2011, terlihat dua ruang dari beberapa sisi bangunan tersebut ada yang sudah rusak. Seperti, plafon ada yang bolong atau sudah roboh, lantai keramik yang rusak dan dindingnya sudah retak.

Selain itu, rumah dinas yang menjadi tempat tinggal seorang penjaga sekolah yang ada juga sangat memprihatinkan sepertinya sudah tidak layak lagi untuk dihuni.

Kepada media ini, salah seorang guru di sekolah tersebut menuturkan, gedung RKB satu lokal ini dibangun sekitar tahun 2022. Dan diketahui robohnya plafon itu sekitar satu bulan yang lalu ketepatan disaat tidak berjalannya proses belajar mengajar.

“Rencananya pihak sekolah mau memperbaikinya, karena mau mengejar kemungkinan tahun 2023 proses belajar mengajar akan aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP N 2 Ukauwo, Ben Kayame, S.Pd menjelaskan, ruang kelas tersebut dibangun pada tahun 2011 dan sudah terlihat proses penyusutannya yang kemungkinan dampak dari cuaca sehingga plafon tersebut ada yang roboh.

Disebutkan, selain itu memang ada juga beberapa titik dari bangunan itu yang rusak. Seperti lantai keramiknya banyak yang sudah retak, sehingga sangat perlu dilakukan pembenahan.

“Maka dari itu, kami dari pihak sekolah berharap kepada pemerintah kiranya dilakukan pembenahan atau rehab secara total. Plafon tersebut begitu penting, karena kita mengantisipasi hal–hal yang tidak diinginkan terjadi apabila proses belajar mengajar kembali normal,” katanya.

Pendiri sekolah, Henok Pigome, M.Pd juga menambahkan, memang masih ada lagi yang sangat dibutuhkan demi keamanan dan kenyamanan sekolah maupun siswa yang belajar seperti, rumah dinas penjaga sekolah dan pagar sekolah.

“Pagar sekolah ini sangat urgen, karena kita mengantisipasi siswa yang bolos ataupun orang dari luar yang masuk ke lingkungan sekolah. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah kiranya ada renovasi atau pembangunan total di sekolah ini,” harap pendiri sekolah Henok. (ist)


suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan