Home Nabire Soal Karcis Parkir di RSUD Nabire, ini penjelasan Bappeda

Soal Karcis Parkir di RSUD Nabire, ini penjelasan Bappeda

suroso  Kamis, 21 Oktober 2021 11:6 WIT
Soal Karcis Parkir di RSUD Nabire, ini penjelasan Bappeda

NABIRE – Pemberlakuan sistem karcis untuk parkiran kendaraan bermotor di halaman Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD RSUD) beberapa hari terakhir menuai polemik ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Nabire.

Ada banyak tanggapan pro dan kontra baik di media sosial Facebook maupun grup-grup WhatsApp di Nabire.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nabire, Fatmawati, S.STP melalui selulernya, Selasa (19/10/2021) menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan informasi dari pihak BLUD RSUD Nabire terkait penarikan retribusi parkiran.

Sesuai UU Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2010 tentang pajak daerah, pengelolaan pajak parkir pihak ketiga harus didasari oleh MoU dengan Bapenda.

“Hal ini agar regulasinya memiliki dasar hukumnya,” jelas Fatmawati.

Sebab retribusi parker, menurutnya, hanya bisa dikelola oleh Bapenda yang telah memiliki MoU atau kerjasama dengan Dinas terkait. Sehingga setorannya bisa masuk ke Kas Daerah (Kasda).

Fatmawati mengatakan, selanjutnya adalah retribusi parkir tepi jalan umum yang berada di Samsat. Yang merupakan kerjasama instansi di Provinsi Papua dengan Kabupaten Nabire, khusus tepi jalan umum. Sedangkan untuk parkiran di pasar ada ketentuannya yakni dengan Peraturan Bupati yang memiliki areal sendiri.

“Jadi untuk ketentuan parkir yang bisa dilakukan penarikan sesuai aturan adalah Bapenda dan Dinas Perhubungan.  Lain dari itu harus ada MOU kedua OPD itu agar jelas pemasukan ke daerahnya,” jelasnya.

Menurutnya, untuk areal yang ditetapkan pajak parkirnya adalah pasar, perkantoran, BUMN seperti wilayah bank, pelabuhan, Bandara, rumah sakit swasta dan pertokoan. Namun hal itu terjadi jika ada areal parkir khusus dan berkoordinasi agar jelas bagi hasilnya ke daerah dan pengelolaannya.

Lalu untuk areal rumah sakit daerah bisa saja ditetapkan tarif parkirnya, sebab banyak kendaraan pribadi yang parkir lama namun kembali lagi bahwa harus ada MoU. Kemudian dibuat apakah nanti petugas karcis dari RSUD atau Bapenda atau bagi harinya nanti akan dituangkan dalam MoU.

“Sudah ada MoU dengan kepala RS yang dulu yakni 2017 dan 2018 dan berjalan bagus dengan petugas parkirnya dari Bapenda, yakni penarikan karcisnya Rp 1.000 untuk motor dan mobil Rp 2.000. Namun ada satu dan lain hal sehingga tidak dilanjutkan di awal tahun 2019. Dan untuk sekarang kalau ada penarikan karcis, kami sendiri tidak tahu sebab belum ada MaUnya,” tutur Fatmawati.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Faksi Nabire Bersatu DPRD Nabire, Rohedi M. Cahya menyayangkan kebijakan RS yang menarik retribusi parkir di halaman rumah sakit itu. Ia bahkan mempertanyakan tujuan ditariknya retribusi.

Sebab menurutnya, ada anggaran untuk RS ada dari Otsus dan APBD.

"Ini meresahkan dan membebani masyarakat,” pungkasnya. (tian)

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan