Home Pemda Intan Jaya Tarian Waisisi Warnai Penyerahan Sumbagan Dari Umat Katholik Yoparu Kepada Panitia Pentabisan Imam

Tarian Waisisi Warnai Penyerahan Sumbagan Dari Umat Katholik Yoparu Kepada Panitia Pentabisan Imam

suroso  Rabu, 1 September 2021 7:58 WIT
Tarian Waisisi Warnai Penyerahan Sumbagan Dari Umat Katholik Yoparu Kepada  Panitia Pentabisan Imam

INTAN JAYA- Tarian Waisisi adalah sebuah  tarian tradisonal yang terus menerus dilestarikan oleh

masyarakat suku Moni atau sebutan lain Suku Migani di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

Dalam pelbagai acara bukan saja di Intan Jaya, tetapi dimana suku ini berada tarian Wasisi

menjadi pilihan dalam mengisi dan meramaikan sauna acara atau pesta yang sedang

berlangsung. Akhirnya suasana pun menjadi meriah.

Kali ini, terian waisisi kembali mewarnai saat umat Katholik Stase Stase Yoparu pergi 

menyarahkan sumbangan wajib berupa uang senilai 130.000,00 (Seratus Tiga puluh Jutah

Rupiah) untuk kepentingan pelaksanaan Pentabisan Imam kepada Panitia di Paroki Michael

Bilogai, Dekenat Moni Pucak Jaya, Keuskupan Timika, Papua.Selasa (31/8/21) kemarin.

Berdasarkan laporan yang diterima Papuapos Nabire, sebagai sumbangan wajib umat Stase

Yoparu menyumbang 40.000,00 (Empat Puluh Jutah Rupiah) ditambakan dengan sumbangan dari sala satu toko inteltual umat setempat, Apolos Bagau,ST  senilai, 90.000,000 ( Sembilang Puluh

Juta rupiah sehingga total seluruhnya yang diserahkan kepada panitia sebanyak 130.000,00 (Seratus Tiga puluh Jutah Rupiah).

Usai penyerahan sumbangan wajib tersebut, Alpius Nambagani selaku ketua Panitia II

menyampaikan terima kasih atas sumbangan tersebut, karena  uang tunai yang diserahkan

kepada panitai adalah hasil jeripaya umat selama ini.

“Ini bukti nyata dukungan dan semangat umat untuk dapat terlaksananya pentabisan imam di

paroki kita. Luas biasa,”kata dia mata agak berkaca.

Alpius juga berharap, stase atau paroki lain yang belum mengumpulkan sumbangan wajib

berupa uang tunai sebagai mana di tentukan oleh Panitia segerah kumpul. Karena puncak

pelaksanaan pentabisan imam semakin dekat  sementara banyak persiapan yang belum maksimal terlaksana. (eby)

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan