Home - Opini - Opini - Panggung Raksasa Perayaan 1 Abad Injil dan Pemerintahan di Nabire Telah Terpasang di Napan
Panggung Raksasa Perayaan 1 Abad Injil dan Pemerintahan di Nabire Telah Terpasang di Napan PDF
Senin, 06 Februari 2012 07:59
Kota Nabire yang sedang kita pijak ini, akan memasuki usia 100 tahun. Perhelatan panjang sejarah kota ini, seandainya kita semua diajak duduk sejenak untuk merenungkannya, maka tentu kita sepakat dan berkesimpulan bahwa menyebut Kota Nabire berarti menyebut Distrik Napan-Weinami, atau menyebut Napan berarti menyebut Nabire.
Perjalanan panjang itu telah mencatat dan masih menyisakan para saksi sejarah di kota ini.  Sebut saja salah satu diantaranya Bapak O. P. Mandosir yang dalam suatu kesempatan, pernah berkisah bahwa Injil Kristus yang telah masuk di Napan-Weinami 1912 selain telah merobek belenggu kegelapan dan merintis jalan "Pembaharuan". Jika sesungguhnya kita berpijak pada sejarah dimana "menyebut Napan berarti menyebut Nabire" maka perayaan 100 Tahun Kota Nabire perlu dirayakan bersama-sama dalam momentum PERAYAAN Satu Abad Masuknya Injil dan Pemerintahan di Napan Weinami Maret mendatang.
Di atas jalan pembaharuan inilah sekolah peradaban dan pemerintahan kampung di Napan Weinami mulai bertumbuh. Benih Injil mulai dikabarkan, baca hitung dan tulis mulai diajarkan oleh guru Injil dan seiring dengan itu dalam kurun waktu yang berbeda Pemerintahan kota Nabire mulai dirintis dari Napan Weinami. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Injil telah hadir sebagai titik NOL sebuah Peradaban Baru. Disanalah cikalbakal kota Nabire mulai dirintis. Nabire lahir dari kata "Nawi Rei" bahasa waropen-Napan yang artinya mata pisau. Nabire adalah wilayah tak berpenghuni dan bukan tak bertuan. Oleh Injil kita didamaikan dan dipersatukan dari keragaman budaya, bangsa dan bahasa. Oleh sebab itu dimana kaki berpijak, disana tanah dijunjung.
Disinilah fakta itu, bahwa dari Distrik Napan Weinami Nabire lahir sebagai "anak sulung" dan oleh perjalanan waktu kemudia menjadi KOTA. Distrik Napan Weinami adalah "Ibu Kandung" yang telah memberikan "air susu" untuk membesarkan Kota yang kita pijak dan cintai ini. Kota Nabire waktu itu belum memiliki Pelabuhan dan Napan Weinami telah mengambil peran itu sebagai Kota Pelabuhan bagi Nabire sebab pantainya yang ganas dengan ombak dan angin yang tak pernah mengenal kompromi jika datang waktunya. Pelabuhan Napan Weinami dengan bangunan-bangunan GUDANG peninggalan Belanda disana, telah merupakan lumbung sembilan bahan pokok (makanan) bagi Kota Nabire dan rakyatnya ketika musim ombak dan angin itu mengamuk.
Bupati Nabire Bapak Isayas Douw menuturkan, `orang tua kami juga sudah menceritakan, bagaimana Napan-Weinami menjadi penting untuk kami di pedalaman, orang tua kami dahulu tidak tahu Nabire, hanya mengenal Napan-Weinami". Oleb sebab itu akan semakin kental di batin ini, bahwa Napan-Weinami itulah 'ibu kandung yang melahirkan Kota Nabire dan kemudian turut melahirkan kota-kota lain di Wiseimeren dalam perjalanan sejarah Pekabaran Injil dan Pernerintahan di bawah Papua. sang Merah Putih dalam panji-panji Otsus Papua.
Bangsa yang besar dan bijak ialah bengsa yang menghargai jasa-jasa para perintis bangsanya, mungkin slogan ini tepat bagi kita sekarang dan kota Nabire yang akan merayakan usianya yang ke-100 Tahun seiring jalan dengan Perayaan Satu Abad Masuknya Injil dan Pemerintahan di Napan Weinami 1912 yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal, 25 Maret 2012 diatas Panggung Raksasa di tepi laut halaman Gereja Elim Napan, Distrik Napan Weinami. Ketua Panitia Perayaan Satu Abad Marthen Kauki Waibusi dan se'luruh jajaran kepanitaannya telah bekerja keras dan menyediakan semuanya itu bagi kita serta rnengajak berpartisipasi dan hadiri dalam Pesta Iman itu yang hanya akan terulang 100 tahun lagi. Hanya sekali saja untuk kita. "Berbahagialah kamu yang memberi dengan sukacita, sebab kamu akan dipuaskan. "Kamu akan mengalami pendapan heran yang satu kepada pendapatan heran lainnya". Janganlah pernah bertanya apa yang telah diberikan kepada kamu tetapi tanyalah, apa yang telah kamu berikan kepada Pemerintah dan umat-Nya.
Pada pusara salah satu anak penginjil yang mati di Napan, sebuah Doa ditulis. Kemudia dirilis kembali oleh Elias Talani Penginjil Ke-4 di Napan Weinami sebagai Pengakuan/Kredo bagi Pekabaran Injil .... (KREDO PI NAPAN) "Kami tidak menuntut apa-apa dari kamu, biarkanlah kami terbaring disini sebagai jembatan pemberitaan kabar baik dari Tuhan. Percayalah, bahwa kami tidak akan layu dibakar terik matahari, juga tidak akan hancur disirami derasnya air hujan karena semuanya itu DIA yang menciptakannya bagi kami juga" (TALANI 1918) (KREDO PI NAPAN) "Ambe anggodara haori muute mimbafora amaso ongganona ineeni whe hariwho who sera iri tina moda. Mafandasa fobaao wha ha ambe ani dongganggina ora kohobeate hu ambe ani farekina dora muambe wheate wha Iwheka Ijatananggi wha Gnggiwhao," (TALANI 1918). Diatas pusara anak penginjil itulah kini telah dibangun gedung Gereja GKI Elim. Gereja yang berdiri megah di tepi pantai Rindakhorai Napan dengan latar belakang TUGU Yesus. (aset wisato budaya).
Rasa syukur pada momentum satu abad Injil dan pemerintahan ini, maka secara terus menerus panitia bahu membahu bersama umat Tuhan yang ada di beberapa gereja di kampung-kampung tetangga seperti kampung Masipawa, Mosan, dan Weinami membangun tempat ibadah berupa sebuah panggung raksasa, panggung ini berukuran 51 meter dan lebar 20 meter dengan ketinggian kurang lebih 4 meter dari atas dasar pantai. Panggung raksasa ini diperuntukan sebagai tempat duduk pars tamu undangan yang menghadiri lbadah Syukur Puncak Perayaan Satu Abad. Pekerjaan panggung seluas ini, menurut Ketua I Panitia Petrus Marey, dibangun dengan dana swadaya masyarakat. Kami mengharapkan ada dukungan dari donator untuk mensukseskan acara pesta, iman ini, ketika ditanya bagaimana dengan perhatian pemerintah Nabire, kata Petrus Marey ada janji Bupati untuk membantu, jadi umat Tuhan di kampung masih tunggu, kami harap lebih cepat lebih balk, karena puncak perayaannya sudah didepan mata kita.
Menyambut perayaan ini perlu disampaikan bahwa salah satu agenda kerja panitia ialah "NAPAN MENANAM BUMI", yaitu panitia bersama masyarakat telah menanam 1000 pohon bakau disepanjang pantai Rinclakhorai Napan dan akan diteruskan di Weinami, Mosan dan Masipawa guna mengantisipasi bahaya abrasi garis pantai yang semakin memburuk. Yang lain seperti, renovasi pusara penginjil Willem Risamena, membangun 100 anak tangga menuju aset wisata TUGU Yesus diperbukitan belakang Gereja Elim Napan, pemasangan tehel gereja, pebulisan buku dengan judul MERETAS JALAN MENUJU SATU ABAD KOTA NABIRE, berisi latar belakang adat, Gereja, Pendididkan, dan Pemerintahan Beserta membahas Nabire sebagai kota jasa. Hal lain yang segera di kerjakan adalah nampak tilas Injil Woi-NabireNapan, setibanya obor injil di Nabire akan di arak keliling kota, sebelum di nyalakan di Napan pada tangga) 25 Maret 2012, dan terakir adalah pembuatan TUGU peringatan masuknya Injil, Sekolah Peradaban dan Pemerintahan Kampung 1912 di Napan Weinami. Direncanakan Pj. Gubernur Provinsi Papua dan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua akan hadir dan menandatangani PRASASTI tugu tersebut sekaligus menghadiri puncak perayaan satu abad, di Distrik Napan Weinami. Akan hadir pula Ketua PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) yang adalah salah satu putra terbaik kampung Makimi Distrik Napan Weinami Kab. Nabire Pdt, DR. Karl Phil Erari, M. Th. Dan beberapa putra terbaik Nabire lainnya balk dari pesisir maupun pegunungan, dari dalam dan luar negeri.    
Perayaan satu abad masuknya Injil dan pemerintahan di Distrik Napan Weinami bulan Maret mendatang, terselenggara dibawah sorotan teme "INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH YANG MENYELAMATKAN" (Roma I : 16) dan sub tema Melalui Perayaan Satu Abad masuknya Injil Di Napan kita tingkatkan kualitas hidup, Pembenaran iman , Serta bersaksi melayani Tuhan Dan Sesama Ciptaannya. Dalam perjalanan sejarah Pekabaran Injil itulah otoritas Allah itu hadir dan merobek Kegelapan, meruntuhkan Berhala-berhala, mendamaikan Perang Perbudakan dan menumbuhkan Benih Injil Yesus Kristus Pembebas kita. Kita semua telah bebas dan dimerdekakan dalam terang lnjil. Hanya didalam terang lnjii itulah pengharapan setiap umat menjadi sempurna. Mitira sambaba wheni hua mindowharao (lihatlah Terang Injil itu dan renungkanlah).
Panitia satu abad dibawah terang tema ini menghimbau kepada semua pihak baik pemerintah kota Nabire, gereja maupun adat untuk mensinergiskan berbagai kekuatan masing-masing dalam kebersamaan untuk mendukung program-program pembangunan dari kampung, dari desa-desa dan dari pulau-pulau menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera, menuju Nabire kota jasa dan pintu gerbang bagi daerah pedalaman. Setiap instansi terkait untuk mendukung berbagai program panitia satu abad termasuk kelanjutan program "Napan Menanam Bumi" yaitu penanaman bakau dan tanaman buah yang bernilai ekonomi, mendorong percepatan pembangunan terencana dan berkesinambungan, menata kerukunan adat yang berbudaya, serta umat beragama, yang harmonis, dalam keragaman suku, bangsa dan bahasa.
Penulis : Jack Marey, Pemerhati Sosial Budaya Sekretaris Umum Panitia Satu Abad).

Ada Foto
 

Add comment


Security code
Refresh

Banner

Opini

Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...

Artikel

Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...

Berita Terpopuler

2379
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome SABTU (19/3/2011), seorang...
2107
2047
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1893
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1863
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1176
mod_vvisit_counterKemarin984
mod_vvisit_counterMinggu ini14220
mod_vvisit_counterMinggu kemarin18681
mod_vvisit_counterBulan ini42938
mod_vvisit_counterBulan kemarin52732
mod_vvisit_counterSemua297867

We have: 21 guests online
IP Anda: 38.107.179.234
 , 
Sekarang: May 19, 2012
Copyright © 2010 PapuaposNabire
PapuaposNabire Jl. Cendrawasih Kota Lama - Nabire Tlp/Fax : 0968 21892