| Masyarakat Kabupaten Intan Jaya Jangan Jual Tanah |
|
| Senin, 17 Oktober 2011 01:21 |
|
Oleh : Mianus Yarinap
“Tanah adalah ibu kita,ingatlah nasib anak cucu kita di masa depan” Pembangunan Infrastuktur di kabupaten Intan Jaya,begitu sangat cepat,hal itu disebabkan keseriusan bupati Maximus Zonngonau.S.sos,dalam memimpin dan menggerakan roda pembangunan.Terbentang sejajar bangunan-bangunan mewah yang merupakan kantor – kantor pemerintahan dan sarana -sarana sosial ,seakan mengubah daerah yang dulu nya sangat susah dalam menerima pembangunan,namun saat ini dengan adanya kabupaten maka perubahan terjadi begitu cepat dan berkelanjutan secara merata.Masyarakat kabupaten Intan Jaya ,dapat berbangga melihat kemajuan yang terjadi di daerah,namun jangan terhanyut dengan perkembangan dan persaingan yang terjadi begitu cepat.Khususnya hal-hal yang berhubungan dengan nasib generasi kita di masa depan. Mengapa masyarakat mulai menjual tanah tanah pusaka ,yang merupakan warisan leluhur dan merupakan kekayaan yang mempunyai nilai tinggi,karena memiliki sejarah yang panjang.Diatas tanah Intan jaya,kami orang-orang Intan Jaya,berkembang dengan melakukan kebudayaan di masa lalu,dan diatas tanah yang di wariskan,oleh nenek moyang karena memiliki makna tertentu, serta merupakan suatu tempat dimana,Masyarakat Intan jaya beranak cucu dan berkembangbiak, sampai saat ini. Namun di saat ini tanah intan Jaya tidak di anggap sebagai harta pusaka yang sangat berharga. Masyarakat mulai tidak berpikir secara bijaksana dengan menjual tanah tanpa memikirkan apa dampak yang akan terjadi di masa depan,Sebagai kaum Intelektual saya sangat kecewa dan menangis melihat hal-hal seperti ini terjadi di tanah saya.kata Mianus Yarinap. Seharusnya masyarakat harus bijaksana,dan pekah menanggapi masalah sosial,budaya dan politik yang sedang terjadi di daerah kita di era-globalisasi ini,yang merupakan suatu tantangan di masa depan.Diharapkan masyarakat dapat memahami apa dampak yang terjadi. Kalau memberikan tanah untuk pembangunan infrastruktur Pemerintahan dan sarana-sarana umum,merupakan wujud dari dukungan masyarakat dalam pembangunan,karena pembangunan dilakukan untuk kepentingan bersama,namun jika hanya kepada orang asing yang datang ke daerah untuk kepentingan pribadi dengan alasan-alasan yang tidak jelas,tanpa memiliki hati untuk membangun, lebih baik jangan. Kita harus belajar hal-hal yang telah terjadi di beberapa daerah,maupun negara,misalnya yang terjadi di Amerika dan australia di mana masyarakat pribumi yaitu suku indian dan aborigen, tersingkir di tanah nya sendiri karena tidak siap melawan tantangan zaman.dan juga yang telah terjadi di beberapa daerah di Papua,misalnya di nabire sekarang warga pendatang malah bisa menjual tanah ke orang Papua,hal ini sangat tidak mungkin ,namum ini hal yang sudah terjadi di Nabire dan beberapa daerah di Papua. Mari kita coba berpikir dengan bijaksana,seandainya kita sudah menjual tanah terus-menerus ,lalu beberapa tahun ke depan kita masyarakat asli mau tinggal dimana ? Kita pasti akan tergeser ke pinggiran, di balik gunung-gunung, sedangkan di Pusat kabupaten akan di kuasai oleh orang asing,dan mereka akan menguasai daerah kita. Jika hal ini tidak ditanggapi denga serius, suatu saat kami akan meralat di tanah pusaka kami,oleh karena kesalahan yang dilakukan oleh kami sendiri, saat ini.Ketahuilah bahwa dengan menjual tanah ,engkau telah menjual masa depan mu kepada orang lain. Janganlah menyesal di hari esok, jika anak cucu kita akan megalami nasib, yang di alami orang papua ,karena telah memberikan tanah kepada negara asing (Amerika) melalui PT.Freport Indonesia ,yang sampai sekarang sedang menguras hasil kekayaan di tanah papua.Kita warga papua tentu tidak menerima kehadiran PT.Freeport di tanah sejuta harapan ini,namun apa daya,kesalahan telah di lakukan oleh nenek moyang kita dulu,di rasakan oleh generasi Papua saat ini Apalagi Tanah intan Jaya merupakan tanah yang sangat melimpah dengan kekayaan alam nya,sehingga jangan mau tertipu dengan dinamika Politik yang mempunyai tujuan jahat di tanah kami yang telah di berkati Tuhan. Kalau mulai saat ini,kita tidak pernah memikirkan masa depan kita,kapan lagi kami akan maju dan berkembang.Perubahan di tanah Papua ,khususnya di kabuapaten Intan Jaya berawal dari kemajuan Sumber Daya Manusia ( SDM),karena hanya dengan SDM berkualitas dan mampu yang dapat mendesain perubahan dan kemajuan daerah. Oleh sebab itu secara tegas di harapkan stop menjual tanah yang merupakan ibu dan masa depan mu,dan mari kita mulai berpikir secara bijaksana dan secara objektif terhadap perkembangan yang terjadi di Tanah kita.Marilah kita bersiap untuk menhhadapi tantangan zaman dengan mempersiapkan Sumber daya Manusia sebagai calon konseptor dan desainer pembangunan dan perubahan Kabupaten Intan Jaya dan tanah Papua di masa depan ,karena yang bisa merubah daerah kita adalah kita sendiri. (ok) |
Opini
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler






![]() | Hari ini | 1162 |
![]() | Kemarin | 984 |
![]() | Minggu ini | 14206 |
![]() | Minggu kemarin | 18681 |
![]() | Bulan ini | 42924 |
![]() | Bulan kemarin | 52732 |
![]() | Semua | 297853 |
IP Anda: 38.107.179.234
,
Sekarang: May 19, 2012








Comments
hal ini sangat benar sekali..!!!!....
....SETUJU...!!!
hal ini sangat benar sekali..!!!!....
....SETUJU...!!!
RSS feed for comments to this post