Normalisasi Sungai Mosairo Perlu Mendapatkan Perhatian Serius Pemda Nabire

AddThis Social Bookmark Button

NABIRE - Akibat hujan yang berlangsung selama tahun 2013 yang disertai banjir, terjadi abrasi pada pinggiran Sungai Mosairo. Hal ini mengancam jembatan penghubung antara Kampung Lagari Jaya (SP 2) dan Kampung Biha (SP1), kuburan SP 2, jembatan besar Sungai Mosairo, mesin PT. PLN, pasar dan terminal serta ruas jalan baik SP1 maupun SP 2.  Dengan demikian perlu ada perhatian pemerintah Kabupaten Nabire.

 

Kepala Kampung Makimi, Matias Sakwatorey secara tegas mengatakan, jika tidak ada perhatian dari Pemda Nabire mulai saat ini, kedepan ancaman hujan dan banjir akan merusak sejumlah fasilitas  umum yang telah dibangun pemerintah dengan ratusan miliar dana yang ada saat ini di wilayah Distrik Makimi.

Diharapkan mulai saat ini Pemda melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan sejumlah instansi terkait lainnya harus turun lapangan ke Sungai Mosairo.  Melihat dari dekat kondisi ambrasi Sungai Mosairo yang ada saat ini dan selanjutnya ada program pembangunan normalisasi Sungai Mosairo agar tidak terjadi abrasi lagi.

Sebab di saat ini jika terjadi hujan yang disertai banjir entah banjir besar atau banjir kecil, pasti saja terjadi abrasi di sepanjang pinggiran Sungai Mosairo. Dan pertama sekali mengancam jembatan penghubung antara SP 1 dan SP2 serta jembatan besar Sungai Mosairo serta gedung pasar. Karena pada awal pembangunan pasar jarak antara Kali dan pasar kurang lebih ada 150 meter, namun hujan dan banjir terus serta ada abrasi kini jarak antara kali dan pasar hanya kurang dari 70 meter.

“Sungai Mosairo mulai pada tahun 2011 lalu memberikan ancaman abrasi hingga saat ini. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tetapi perlu sekali ada perhatian serius dan tindakan nyata berupa pembangunan normalisasi Sungai Mosairo,” kata Kepala Kampung Makimi, Matias Sakwatorey kepada Papuapos Nabire, Selasa (3/9) di Kampung Lagari Jaya.

Disinggung soal adanya kegiatan penanaman pohon berupa reboisasi di pinggiran Sungai Mosairo, kata Matias, normalisasi Kali Mosairo dapat dilakukan dulu barulah dilanjutkan dengan reboisasi. Karena pohon yang ditanam itu butuh waktu panjang. Diharapkan saat ini adalah kegiatan pembangunan normalisasi kali.

Karena ancaman abrasi sepanjang pinggiran Kali Mosairo membuat masyarakat semakin takut adanya bahaya jembatan yang bisa putus bersama ruas jalan. Untuk itu tidak ada kata lain yang pantas dan harus dilakukan saat ini, hanya ada keseriusan pemerintah untuk memperhatikan hal ini dan selanjutnya kegiatan normalisasi kali dilakukan.(des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Mubes Berantas Miras HIV/AIDS, Awal Kesadaran Bersama dari Kepunahan Etnis Papua
Kamis, 20 November 2014
(Sebuah Refleksi bagi Orang Asli Papua dan Rekomendasi untuk Pemerintah) A). Prolog Tuntutan dasar pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) wilayah adat Mee Pago dari 6 kabupaten Provinsi Papua yang berada di wilayah pegunungan tengah bagian barat,...
Pendidikan yang Bermutuh, Membentuk Karakter Bangsa
Senin, 11 Februari 2013
Oleh: Alexander Gobai Sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang penting dalam membangun sebuah bangsa. Berbicara tentang pembangunan adalah juga berbicara tentang sejauhmana kesiapan SDM yang berkualitas untuk membangun. Tanpa SDM yang cukup,...
BANNER TEST 280X200
2112223
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu Kemarin
Bulan ini
Bulan Kemarin
Semua
146
1686
1832
1276688
52047
72525
2112223

IP: 54.90.251.197
Server Time: 2014-12-22 02:01:04
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2