| Mahasiswa Paniai di Manokwari Terancam DO |
|
| Selasa, 06 Desember 2011 09:38 |
|
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Paniai pada tahun anggaran 2011 telah menyalurkan bantuan tugas akhir bagi mahasiswa-mahasiswi di setiap kota studi. Namun hal itu dikeluhkan oleh mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Paniai yang sedang mengenyam pendidikan di Kota Studi Manokwari, Provinsi Papua. Mereka mengeluh karena saat ini sebagian anak terancam tak melanjutkan kuliah (drop out). Ini mengingat beban biaya hidup dan kebutuhan perkuliahan yang sangat tinggi.
“Dana yang dibantu oleh pemerintah daerah untuk mahasiswa di setiap kota studi berbeda-beda. Jumlah dananya tidak menentu pada setiap tahun anggaran, sehingga tidak cukup masing-masing mahasiswa dengan tingkat kebutuhan yang berbeda,” kata Ketua Asrama Paniai di Manokwari, Alfons Awigi Yogi kepada media ini, Sabtu (3/12). Lantaran anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah terlalu sedikit bila dibanding kebutuhan hidup dan biaya perkuliahan antara lain penyelesaian tugas dan ongkos transportasi selama setahun di Manokwari, menurut dia, perlu dievaluasi kembali. “Kalau tidak salah pada tahun 2010, pemerintah daerah alokasikan anggaran sebesar Rp1,5 juta untuk tugas akhir. Sedangkan untuk mahasiswa lainnya terima Rp500.000 pertahun. Kemudian tahun 2011 ini, pada Mei kemarin, dibagikan per mahasiswa sebesar Rp 3 juta khusus mahasiswa yang mau selesaikan studi, sementara mahasiswa lainnya dapat Rp500.000. Terus terang, ini sangat sedikit,” tuturnya. Minimnya anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Paniai, kata Alfons, terpaksa mereka harus menghadapi kondisi apa adanya untuk tetap berusaha melanjutkan kuliah. “Persoalan ini bukan baru kali ini saja. Sudah bertahun-tahun, anggaran yang diplotkan untuk bantuan kepada mahasiswa terlalu minim. Harusnya alokasi anggaran yang disediakan oleh pemerintah khususnya dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Paniai, lebih besar, sehingga ke depannya indeks pembangunan manusia di Kabupaten Paniai perlahan-lahan meningkat,” ungkapnya. Apakah alokasi anggaran tersebut sudah diketahui oleh mahasiswa-mahasiswi asal Paniai di Manokwari? Kata Alfons, mereka sendiri tidak mengetahuinya, berapa besar anggaran untuk bantuan pendidikan kepada para mahasiswa setiap tahunnya. Sementara itu, berdasarkan data yang ada, jumlah mahasiswa Paniai yang kini mengenyam pendidikan di Kota Studi Manokwari sebanyak 73 orang. Melanjutkan keluhan teman-temannya, Alfons mengatakan, jika mau dibandingkan, kenyataan tersebut sangat berbeda dengan kabupaten lain yang cukup transparan dalam memberikan bantuan dana pendidikan bagi para mahasiswa-mahasiswi. Lebih lanjut diungkapkan, sebelumnya pemerintah memang pernah meminta data base masing-masing kota studi. Hanya saja, pengambilan data base tersebut dilakukan di Paniai, tanpa turun langsung dan melihat kondisi riil yang ada di masing-masing kota studi yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu, harap Alfons, pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Paniai serta DPR Papua memperhatikan persoalan tersebut. “Saat ini memang sarana pendukung seperti asrama sudah dibangun oleh pemerintah, tapi fasilitas pendukung lainnya belum dilengkapi,” tandasnya sembari menambahkan, rencana peresmian asrama pun sampai sekarang belum jelas kapan akan dilakukan. (you) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
1831
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
1334
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1329
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
1207
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1182
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 355 |
![]() | Kemarin | 587 |
![]() | Minggu ini | 2620 |
![]() | Minggu kemarin | 4905 |
![]() | Bulan ini | 17720 |
![]() | Bulan kemarin | 24958 |
![]() | Semua | 158962 |
We have: 11 guests online
IP Anda: 38.107.179.230
,
Sekarang: Feb 23, 2012
IP Anda: 38.107.179.230
,
Sekarang: Feb 23, 2012







