|
*Kepala Bappeda : Siapkan SDM Sebelum Masuk Musrenbangda
NABIRE - Dalam rangka meningkatkan dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bidang informasi sistem komputerisasi, bertempat di Jalan Manado Nabire, Senin (6/2) kemarin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Intan Jaya menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (Sim Pepeda) dalam betuk aplikasi komputerisasi.
Sebelumnya, Bappeda Kabupaten Intan Jaya juga telah melakukan sosialisasi tentang Sistem Informasi dan Akuntasi Dinas Daerah (Siadinda) beberapa waktu yang lalu di rumah makan Rado jalan RE. Marthadinata. Namun sosualisasi itu diperuntukkan bagi seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Intan Jaya, sementara Bimtek yang dilaksanakan kali ini khusus untuk membekali kepala bidang dan staf Bappeda Kabupaten Intan Jaya. Penyampaian materi Sim Pappeda diberikan oleh Qomaruddin konsultan dari PT. IT MSM (Murfa Surya Mahardika) Kepala Bappeda Kabupaten Intan Jaya Isaias Zonggonau, S.Pd., M.Si., saat dikonfirmasi seusai mengikuti Bimtek mengatakan Bimtek itu bagian dari peningkatan sumber daya manusia Bappeda guna menyiapkan perencanaan pembangunan daerah yang tercantum dalam induk pembangunan daerah sesuai Tata Ruang Wilayah dengan lebih cepat dan tepat. Bimtek bertujuan agar perencanaan dan program-program yang dibuat oleh setiap dinas dapat disusun berdasarkan program prioritas yang ditetapkan oleh Bappeda setiap tahun, lalu dituangkan dalam KUA PPAS lebih cepat, tepat dan akurat. Dikatakannya, sebelum memasuki Musrenbangda Kabupaten Intan Jaya, terlebih dahulu Bappeda melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia utamanya di Bappeda dan salah satunya dengan melaksanakan dan mengikuti bimbingan teknis Sistem Informasi Perecanaan Pembangunan Daerah. “Bimbingan Teknis dan pelatihan ini kita maksudkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia di Bappeda guna menyiapkan Perencanaan Pembangunan Daerah sebelum masuk ke Musrenbang, selanjutnya akan turun kedistrik-distrik guna memback up pegawai distrik, dilanjutkan melaksanakan Musrenbangda. Terangnya, terkait Musrenbangda, untuk tingkat kampung dan distrik akan dilaksanakan bulan Februari dan akan dipusatkan di dua titik, masing-masing di Wandai untuk 3 distrik dan kampung-kampungnya yakni Distrik Homeo, Biandoga dan Wandai, sedangkan untuk tiga distrik Agisiga, Sugapa dan Ikadipa dipusatkan di Sugapa.Sementara untuk ingkat kabupaten direncanakan digelar minggu kedua bulan Maretdi Sugapa. Kata Isaias Zonggonau, pihak Bappeda terus melakukan peningkatan dalam melakukan Bimtek dan pelatihan dari segi kuantitas baik jumlah pelatihan maupun orang yang dilibatkan sesuai dengan kebutuhan Bappeda guna mempersiapkan SDM yang memadai.Bila tahun 2009 hanya berjumlah 13 orang, 2010 21 orang maka ditahun ini sejumlah 36 orang.
Bappeda Menjadi Sumber Data
Lebih lanjut dikatakan Kepala Bappeda, peningkatan jumlah kuantitas tentunya diharapkan dengan diiringi peningkatan secara kualitas, dengan demikian Bappeda akan menjadi sumber data, sumber perencanaan sehingga ketika SKPD-SKPD datang ke Bappeda dengan mudah akan mendapatkan data yang dibutuhkan, dengan demikian perencanaan dapat terarah mulai dari perencanaan, penerapan dan penganggaran sehingga ada peningkatan kearah yang lebih baik dan maju. “Kita berharap di tahun 2013 semua studi sudah mengarah ke teknis seluruhnya, sehingga bila ada keperluan didaerah tinggal ambil di Bappeda, kami sudah siapkan semua data-data yang dibutuhkan SKPD-SKPD,” ungkapnya. Saat ditanya adanya program priortas, Kepala Bappeda Intan Jaya menerangkan ada 4 program prioritas yang dicanagkan tahun ini, yakni pertama Good Governance yakni menciptakan pemerintahan yang baik.Hal itu dilakukan dngan melakukan berbagai upaya diantaranya pelatihan-pelatihan dan pembinaan-pembinaan staf disetiap SKPD, badan dan kantor. Selanjutnya yang kedua membuka isolasi daerah dengan membangun lapangan udara dan sarana jalan. Hal itu mengingat Kabupaten Intan Jaya hampir 90 persen berada wilayah gunung sehingga menggantungkan transfortasi udara dan jalan yang menghubungkan dari distrik satu kedistrik lain, dari kampung satu kekampung lain. Diakuinya, bahwa selama 2 tahun Kabupaten Intan Jaya telah mengucurkan dana APBD guna memuat sarana jalan sepanjang 86 kilometer. Prioritas ketiga, pedidikan dan keseatan dan keempat peningkatan sumber daya manusia. Sementara itu Penanggungjawab PT. Murfa Group Supriyadi mengatakan bahwa Bimtek aplikasi dalam Sim Pepeda yang dilaksanakan mempunyai nilai penting untuk membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya. Katanya, dengan adanya bimbingan aplikasi itu, Pemerintah akan lebih mudah dalam mengakses data yang dibutuhkan, lebih memudahkan dalam melakukan pekerjaan, begitu pula dalam segi pelayanannya. Sedangkan Qomaruddin, konsultan yang menyampaikan materi bimbingan teknis saat ditanya mengatakan bahwa pada prinsipnya Bimtek kali ini adalah transfer ilmu komputerisasi dari sistem manual sebelumnya. “Semua matrik di Bappeda yang berbentuk manual nantinya akan kita bangun dalam aplikasi yang lebih memudahkan secara tersistem, bisamengeluarkan output yang dinginkan secara tertib sesuai yang dinginkan dan diharapkan agar lebih maju,” ungkapnnya. Dikatakan Qomarddin, untuk menguasai sisten aplikasi itu tidak perlu butuh waktu lama bagi staf Bappeda dalam mepelajarinya. “Cukup 1 minggu secara inten mempelajari system aplikasi ini, saya yakin mereka telah mahir dan siap untuk bekerja dengan baik,” ujarnya. (iing elsa) |