| Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua |
|
| Senin, 21 Maret 2011 18:23 |
|
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi Papua di saat ini bukan saja karena penyakit AIDS. Tetapi juga pemberian imunisasi di Posyandu dan juga gizi yang baik dari tiap keluarga. Karena tidak disadari ancaman besar bagi generasi Papua sejak di dalam kandungan ibu dan batas usia 5 tahun telah ditentukan dengan keaktifan orang tua untuk membawa anak-anak secara rutin tiap bulan untuk mendapatkan imunisasi di Posyandu atau Puskesmas.
Demikian dikemukakan pemerhati kesehatan masyarakat wilayah Pegunungan Tengah, Robby Kayame, SKM, M.Kes. Dikatakannya, ada penyakit bagi anak di bawah umur 5 tahun yang bisa dicegah dengan adanya kegiatan imunisasi (PD3I). Misalnya campak, polio, tetanus, TBC dan diptery. Sehingga di sini membutuhkan peran orang tua /masyarakat untuk membawa anak-anaknya ke Posyandu/Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi hingga tuntas. Kematian orang Papua itu pergenerasi dan generasi yang pertama adalah generasi di bawah umur 5 tahun yang disebabkan oleh kurangnya imunisasi dan gizi. Sementara generasi Papua yang berikutnya adalah generasi usia antara 18 hingga 45 tahun yang kematiannya karena seks bebas dan mengidap penyakit AIDS. “Sehingga bisa saja dikatakan generasi dan bangunan serta perumahan Jepang hancur porak-poranda dan hilang karena goyangan gempa selama 5 menit bersama tsunami. Sementara generasi Papua bisa musnah antara 15 hingga 25 tahun mendatang karena kurang imunisasi serta gizi yang baik dan penyakit AIDS,” kata Robby Kayame, SKM, M.KeS kepada Papuapos Nabire, Minggu (19/3) di kediamannya. Dikatakan, generasi Papua yang pintar dan cerdas di masa-masa mendatang, kini saatnya untuk mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah dan orang tua masing-masing. Bukannya pemerintah lebih memihak dan memberikan porsi terbesar terhadap kegiatan pembangunan fisik saja. Tetapi kini harus ada kebijakan soal dana untuk kesehatan masyarakat. Sehingga pemerintah perlu membuat pagar untuk pencegahan dan peningkatan gizi kesehatan masyarakat, ketimbang alokasi dana untuk masyarakat berobat dan pembangunan fisik. Hal lain yang mestinya dilakukan oleh istansi teknis berupa kegiatan sosialisasi apa pentingnya imunisasi dan gizi secara langsung bagi masyarakat. Dengan menghidupkan Puskesmas dan Pustu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Sehingga dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut di masyarakat, tidak secara langsung membuat para petugas bisa betah dan tinggal bersama masyarakat di kampung-kampung untuk melaksanakan tugasnya sebagai ujung tombak pelayanan dasar kesehatan. Sebab rata-rata tingkat pemahaman orang Papua terhadap pentingnya kesehatan itu masih sangat rendah. Kita bisa lihat saja nantinya jika ada orang atau pasien yang sudah parah sakitnya, barulah diantar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Selain adanya pemahaman masyarakat Papua akan pentingnya kesehatan dan tidak mendapatkan pelayanan imunisasi dan gizi yang baik, yang pada akhirnya membuat kepunahan terhadap orang Papua, banyak orang Papua usia produkstif yang tidak bisa menurunkan keturunan (mandul) yang akhirnya tidak memberikan generasi lagi bagi tanah ini. Untuk itu Robby meminta pemerintah membuat program pelestarian agar orang Papua bisa berkembang biak di tanah ini. Dan program tersebut benar-benar berpihak kepada masyarakat. ”Persoalan makanan, minuman atau gizi dan imunisasi dan reproduksi perlu ditangani secara serius agar kelak ada generasi yang mewarisi tanah ini,” tambahnya. Dan yang lebih penting lagi semua kegiatan yang menyangkut kesehatan masyarakat jangan hanya dibuat di belakang meja. Tetapi harus dibuktikan langsung dengan hasil survey dan penelitian, sehingga programnya dapat menyentuh masyarakat. (tom) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
2379
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
2102
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
2043
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1888
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1859
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 1096 |
![]() | Kemarin | 984 |
![]() | Minggu ini | 14140 |
![]() | Minggu kemarin | 18681 |
![]() | Bulan ini | 42858 |
![]() | Bulan kemarin | 52732 |
![]() | Semua | 297787 |
We have: 12 guests online
IP Anda: 38.107.179.232
,
Sekarang: May 19, 2012
IP Anda: 38.107.179.232
,
Sekarang: May 19, 2012







