| Kabupaten Waropen Hadir, Hasil Pergumulan dan Perjuangan Anak-Anak Adat |
|
| Rabu, 18 May 2011 19:17 |
|
* Upacara Peringati HUT Kabupaten Waropen Ke-8 Waropen Pos - Dalam sambutan tertulis Bupati Kabupaten Waropen Drs. Yesaya Buinei, MM pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 8 Kabupaten Waropen tanggal 1 Mei dikatakan, hadirnya Kabupaten Waropen merupakan suatu pergumulan dan perjuangan yang dikerjakan anak-anak adat Waropen. Karena perjuangan untuk menghadirkan kabupaten ini untuk memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat Waropen benar-benar merasakan arti pembangunan bagi kehidupannya. Untuk itu Bupati Yesaya mengajak pemerintah daerah sebagai penyelenggara pemerintahan yang ada untuk mencermati secara baik maksud pemekaran Kabupaten Waropen. Sehingga apa yang dikerjakan memberikan makna dan arti bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Karena di dalam melaksanakan tugas selaku Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran pemerintahan yang ada, pasti tidak sedikit tantangan yang akan dihadapi. Tetapi tantangan itu harus disambut dan diselesaikan dengan baik. Sebab yang paling penting bagi kita semua adalah tugas pembangunan harus terus diupayakan untuk melayani masyarakat. Berbagai tantangan memberi indikasi bahwa kita kurang membangun kebersamaan sebagai anak-anak adat Waropen. Bahkan kita pun belum jujur untuk saling mengakui potensi kita sebagai anak asli Waropen yang harus dipersembahkan bagi kesuksesan pembangunan untuk masyarakat dan daerah ini. Maka pada usia ke-8 Kabupaten Waropen di daerah ini maupun orang Waropen di luar Waropen, marilah kita ciptakan kebersamaan, kejujurandan saling mengakui potensi kita. Sebab dari situlah kita akan sukses membangun masyarakat Waropen menuju kemandirian. Karena dari catatan sejarah perjalanan bangsa Indonesia khususnya rakyat Papua, pada tanggal 1 Mei 1963 Irian Barat (sekarang Papua) masuk sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga dengan konteks sejarah ini yang mendorong pimpinan daerah Kabupaten Yapen Waropen untuk menentuhkan tanggal 1 Mei 2003 secara resmi melepaskan Waropen untuk menyelenggarakan pemerintahan kabupaten sendiri yang ditandai dengan penyerahan pejabat Bupati Waropen kepada masyarakat Waropen. Tanggal 1 Mei dipilih, karena masyarakat Waropen maupun Yapen mempunyai andil yang dalam menyatuhkan Irian Barat sebagai bagian dari NKRI. Sehingga selaku Bupati mempunyai hemat, tanggal 1 Mei 2003 tidak sekedar dihubungkan dengan tanggal 1 Mei 1963. Tetapi harus ada makna penting yang ikut menjiwai seluruh proses pembangunan masyarakat Waropen. Untuk itu diharapkan kepada instansi teknis terkait untuk memberikan pikiran tertulis terhadap dua momen penting ini. Sehingga kedepan ada pemahaman menyeluruh bagi masyarakat Waropen tentang arti HUT Kabupaten Waropen. Bahkan Bupati Yesaya pun percaya, semua pihak yang ada di Waropen baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha mempunyai kerinduan untuk berbuat yang terbaik bagi Waropen di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Sehingga bupati mengajak semua pihak untuk bekerja dengan jujur, tetapi juga jujur untuk saling mengakui keberadaan dan potensi. Karena kejujuran dan potensi merupakan potensi terbesar untuk membangun Waropen. (erens e. rumbobiar) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
1837
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
1334
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1330
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
1208
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1183
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 375 |
![]() | Kemarin | 587 |
![]() | Minggu ini | 2640 |
![]() | Minggu kemarin | 4905 |
![]() | Bulan ini | 17740 |
![]() | Bulan kemarin | 24958 |
![]() | Semua | 158982 |
We have: 9 guests online
IP Anda: 38.107.179.231
,
Sekarang: Feb 23, 2012
IP Anda: 38.107.179.231
,
Sekarang: Feb 23, 2012







