| Anggota MRP Soroti Penembakan di Degeuwo |
|
| Kamis, 17 November 2011 12:25 |
|
JAYAPURA – Penembakan yang diduga menewaskan delapan warga sipil di lokasi Bayabiru, kawasan penambangan emas ilegal Degeuwo, Kampung Nomouwodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Minggu (13/11) lalu, terjadi setelah selama tiga hari sebelumnya ada pengiriman pasukan Brimob dari Timika ke Enarotali.
Meski belum diketahui penyebab dan kronologi kejadian sebenarnya, Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Yakobus Dumupa menyayangkan jika peristiwa tersebut benar terjadi. “Ya, siapapun pasti tidak menerima kejadian seperti itu. Jadi, kami tegaskan bahwa segera tarik kembali pasukan Brimob yang dikirim ke Paniai pada minggu lalu,” ujarnya kepada media ini, Rabu (16/11) sore. Peristiwa penembakan di Bayabiru, kata Jack, tidak bisa dilihat semata-mata kesalahan oknum anggota, melainkan secara institusional. “Jadi, harus ada pertanggungjawaban secara institusional,” tegasnya. Jika tidak ada tanggapan dari pimpinan institusi, kata Dumupa, rakyat dalam hal pihak keluarga korban tentu saja akan mempersoalkan kasus penembakan tersebut. “MRP juga akan bentuk tim untuk ungkap kasus penembakan terhadap delapan orang di Degeuwo,” ujar Sekretaris Pokja Adat MRP ini. Jack juga menyatakan mengutuk tindakan brutal yang dilakukan oknum aparat di lokasi Bayabiru. Kejadian itu menambah panjang daftar pelanggaran HAM. Juga terjadi di saat Tanah Papua dililit berbagai persoalan yang mesti mendapat perhatian khusus dari pemerintah. “Kasus-kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua mencederai upaya dialog damai antara rakyat Papua dan pemerintah Indonesia, sehingga TNI/Polri sebenarnya yang menjadi separatis formal yang menghancurkan NRKI,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Dewan Adat Daerah Paniai, John NR Gobai mempertanyakan pengiriman 120 anggota Brimob ke Paniai. Sebab, sampai saat ini situasi keamanan di Kabupaten Paniai masih kondusif. “Kami minta penjelasan dari Kapolri, Kapolda dan Kapolres, untuk apa pasukan Brimob itu dikirim ke Paniai?.” Menurut John, pasukan Brimob yang dikirim ke Enarotali dari Timika dengan menggunakan jasa pesawat PT Trigana Air Service selama tiga hari berturut-turut itu akan membuat masyarakat setempat resah dan trauma. “Perlu ada advokasi dari teman-teman LSM dan segera bentuk tim pencari fakta, sebab isu penembakan di Degeuwo itu harus bisa dibuktikan,” katanya. Polda Papua Bantah Meski Kapolres Paniai belum sempat memberikan keterangan resmi saat dihubungi media ini tadi malam, namun pihak Kepolisian Papua membantah pemberitaan di sejumlah media massa tentang penembakan terhadap 8 orang warga di Bayabiru. Kabid Humas Polda Papua, Wachyono seperti dirilis www.kbr68h.com, menegaskan, anggotanya tidak menembak 8 warga di lokasi pendulangan emas tradisional Bayabiru Degeuwo. “Itu berita bohong. Kami sudah ngecek ke sejumlah rumah sakit di Paniai, Dogiyai dan Nabire untuk mencari jenazah delapan orang yang diduga ditembak oleh anggota Brimob Polda Papua. Saya juga sudah telepon Kapolres Paniai. Pemberitaannya yang nggak benar,” tuturnya. Juru bicara Polda Papua ini juga menambahkan, “Di lokasi penambangan itu kita punya pos polisi, mereka dibantu oleh Brimob untuk mengamankan semua kegiatan di sana.” Katanya, terjadi kontak senjata di dekat lokasi penambangan antara anggota Pos Polisi Bayabiru dengan kelompok sipil bersenjata yang diduga pimpinan Jhon Yogi. Akibat kontak senjata, satu orang korban dari kelompok Yogi jatuh ke Kali Degeuwo. Menurut Wachyono, korban masuk sungai terbawa arus deras, jadi sulit diketahui identitasnya. Kontak senjata itu membuat masyarakat setempat terganggu. Sejumlah perusahaan penambangan menghentikan operasinya. Warga juga katanya mengamankan diri ke beberapa tempat yang agak jauh dari lokasi kontak senjata. (ist/you) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
1831
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
1334
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1329
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
1207
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1182
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 365 |
![]() | Kemarin | 587 |
![]() | Minggu ini | 2630 |
![]() | Minggu kemarin | 4905 |
![]() | Bulan ini | 17730 |
![]() | Bulan kemarin | 24958 |
![]() | Semua | 158972 |
We have: 15 guests online
IP Anda: 38.107.179.230
,
Sekarang: Feb 23, 2012
IP Anda: 38.107.179.230
,
Sekarang: Feb 23, 2012







