| Brimob Kepala Dua dan Brimob Kalimantan Tiba di Mulia |
|
| Kamis, 27 Oktober 2011 23:05 |
|
Mulia - Pasca penembakan Kapolsek Mulia Kompol Anumerta Dominggus O. Awes di bandara Mulia, Puncak Jaya Senin, (24/10) lalu saat melakukan tugas di bandara Mulia serta kontak senjata yang berlangsung selama 3 hari di dalam kota Mulia gabungan TNI/Polri dan kelompok masyarakat separatis bersenjata, kondisi terakhir kota Mulia mulai berangsur kondusif.
Namun untuk menambah kekuatan kepolisian di daerah ini, Mabes Polri mengirim sekitar 35 orang Anggota Brigade Mobil (Brimob) Depok Kelapa Dua dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Kalimantan untuk mengamankan situasi di daerah ini dari ganguan Kamtibmas. “Situasi terahir saat ini di kota Mulia sudah kondusif, namun baik Kepolisian Resor Puncak Jaya serta TNI yang bertugas di daerah ini masih memberlakukan siaga 1,” ungkap Kapolres Puncak Jaya AKBP Alex Korwa kepada wartawan Pasific Post usai bertemu Bupati Lukas Enembe melaporkan kedatangan penambahan anggota Brimob di daerah ini. Menurut Kapolres AKBP Alex Korwa, Brimob dari Kelapa Dua dan dari Kalimatan untuk penambahan kekuatan Brimob Polda Papua yang bertugas di daerah ini selama beberapa bulan. "Bukan pergatian tetapi ini penambahan pasukan sebanyak 1 peleton, atau kurang lebih 35 anggota,” jelasnya. Untuk pengamanan situasi di daserah ini, kata Kapolres pihaknya tetap selalu berkoordinasi dengan pihak TNI. Apa lagi hingga saat ini di Puncak Jaya terutama di Kota Mulia masih memberlakukan siaga 1. “Siaga 1 masih diberlakukan, kita stenbay di kesatuanya masing-masing,” singkatnya. Dikatakan, pada malam hari kota Mulia cuaca ditutup kabut tebal sehingga pandangan sangat gelap dan terbatas sehingga patroli tidak terlalu jauh karena tidak bisa kelihatan apa-apa, sehingga patroli di lingkungan di perkantoran pemerintah. Disinggung jumlah korban selama kontak senjata berlangsung selama kurang lebih tiga hari, menurut Kapolres Alex Korwa, bahwa laporan terakhir kalau dari pihak anggota kepolisian, baru Kapolsek Mulia Alm. Dominggus O. Awes. Sedangkan dari kelompok separatis bersenjata hinga saat ini belum ada, terangnya. (Frangky Pelle) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
1835
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
1334
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1329
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
1207
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1182
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 366 |
![]() | Kemarin | 587 |
![]() | Minggu ini | 2631 |
![]() | Minggu kemarin | 4905 |
![]() | Bulan ini | 17731 |
![]() | Bulan kemarin | 24958 |
![]() | Semua | 158973 |
We have: 15 guests online
IP Anda: 38.107.179.234
,
Sekarang: Feb 23, 2012
IP Anda: 38.107.179.234
,
Sekarang: Feb 23, 2012







