Home - Kabar Dari Papua - Jayawijaya - Bupati Jayawijaya Mengaku Kecewa Kepada Propinsi Papua
Bupati Jayawijaya Mengaku Kecewa Kepada Propinsi Papua PDF
Senin, 14 November 2011 23:24
Wamena, - Belum dikerjakannya pembangunan jembatan Wouma Wamena
oleh propinsi Papua hingga saat ini, padahal kondisi jembatan yang
menghubungkan 2 kabupaten yaitu kabupaten Jayawijaya dan kabupaten
Yahukimo sudah sangat memprihatinkan, membuat Bupati Jayawijaya, Wempi
Wetipo, S.Sos, M.Par merasa kecewa.
Bupati Jayawijaya, Wempi WetipoSenin (14/11) kemarin kepada wartawan
mengungkapkan kekecewannya terkait kebijakan pembangunan yang
dilaksanakan propinsi Papua. Dikatakannya, kondisi jembatan Wouma
tersebut sudah disampaikan dan bahkan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum
(PU) Propinsi Papua pun sudah pernah melihatnya, tetapi belum ada
penanganan lanjutan.
Bahkan menurutnya, pembangunannya pun sudah pernah dibicarakan
berkali-kali dengan gubernur Papua, yang pada saat itu masih dijabat
Barnabas Suebu sampai saat ini, tetapi tidak pernah mendapat
perhatian, malahan kegiatan yang bukan prioritas lebih diutamakan,
seperti pembangunan jembatan di Wesaput dan jembatan di Piramid.
“Saya tidak mengerti mengapa mereka prioritaskan hal-hal yang bukan
prioritas sedangkan jembatan Wouma yang minta diprioritaskan tetapi
tidak dilaksanakan. Padahal saat ini kondisinya semakin memprihatinkan
karena papan jembatannya ada yang sudah hilang dan jembatannya pun
sudah semakin miring,” ujarnya.
Diungkapkannya, sudah berkali-kali pihaknya menyampaikan surat
permohonan untuk penanganan darurat maupun pembangunan jembatan secara
permanen, tetapi hingga saat ini belum direalisasikan. Dari propinsi
menurutnya, mengatakan sudah ada rencana untuk pembangunan jembatan
Wouma tetapi pengeluaran dana dilakukan secara bertahap. Alokasi dana
awal Rp. 5 M hanya untuk mendirikan tiang pancang, padahal yang
dibutuhkan adalah pembangunan jembatan permanen sesegera mungkin
karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalur mobilisasi
masyarakat. Untuk pembangunan secara tuntas lanjutnya, dibutuhkan dana
mencapai Rp. 80 M.
“Kami harapkan pembangunannya tidak dilakukan setengah-setengah tetapi
sekaligus dan kami harapkan propinsi sesegera  mungkin melaksanakan
pembangunannya, karena kondisi keuangan di daerah sangat terbatas
untuk membiayai hal-hal seperti itu,” tegasnya. (Hesty)
 

Add comment


Security code
Refresh

Banner

Opini

Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...

Artikel

Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...

Berita Terpopuler

2378
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome SABTU (19/3/2011), seorang...
2096
2035
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1883
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1852
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini996
mod_vvisit_counterKemarin984
mod_vvisit_counterMinggu ini14040
mod_vvisit_counterMinggu kemarin18681
mod_vvisit_counterBulan ini42758
mod_vvisit_counterBulan kemarin52732
mod_vvisit_counterSemua297687

We have: 8 guests online
IP Anda: 38.107.179.234
 , 
Sekarang: May 19, 2012
Copyright © 2010 PapuaposNabire
PapuaposNabire Jl. Cendrawasih Kota Lama - Nabire Tlp/Fax : 0968 21892