| Seluruh Pedagang Kaki Lima Akan Ditertibkan |
|
| Kamis, 26 Januari 2012 07:08 |
|
NABIRE - Direncanakan seluruh pedagang kaki lima akan ditertibkan dengan direlokasi disejumlah titik yang ditentukan pemerintah daerah sesuai Tata Ruang Kota. Hal demikian diungkapkan Kepala Distrik Nabire Daniel Maipon,SSTP., Selasa (24/1) kemarin diruang kerjanya. Menurut Kadistrik bahwa saat ini tempat relokasi untuk para pedagang kaki lima sedang disiapkan dan dalam tingkat penyelesaian.
“Tahun ini kita akan relokai seluruh pedagang kaki lima ditempat-tempat yang telah ditentukan Pemerintah Daerah.Salah satu tempat yang sedang kita bangun untuk merelokasi para pedagang tamanya pedagang dari Pantai MAF adalah belakang pertokoan Oyehe atau di Taman Laut. Saat ini sebagian los telah selesai namun masih belum selesai seluruhnya. Kita harapkan dengan selesainya tempat di Taman Laut tdak ada lagi para pedagang kaki lima yang berjualan di depan-depan pertokoan,” tuturnya. Menurut Kadistrik disamping di belakang pertokoan Oyehe ada sejumlah titik yang masuk dalam rencana mengumpulkan para pedagang seperti di sekitar Gedung Merah Putih Jalan Merdeka. Hal itu dilakukan, menurut Kadistrik Nabire sesuai Tata Kota yang telah direncanakan oleh Pemerintah Daerah. “Tahun 2012 ini merupakan tahun bersih bagi Nabire. Kita juga akan menata tempat embuangan sampah sehingga dapat diatur baik.Kita tentu menginginkan agar wajah Kota Nabire menjadi bersih, rapi dan indah.Dan itu telah diprogramkan oleh Pemerintah melalui Tata Ruang Kota Nabire.Lebih dari itu kita juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang,” ungkapnya. Dinyatakan Daniel Maipon, dengan merelokasi dan menata para pedagang maka retribusi akan dapat terkontrol dan hal itu akan memberikan kontribusi bagi PAD secara signifikan. Sementara itu terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sedang diprogramkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire, Kadistrik Daniel Maipon mengatakan bahwa hal merupakan program Pemerintah Pusat yang mengintruksikan kepada seluruh kabupaten/kota untuk menyediakan tempat guna dibangun RTH. “Disamping untuk keindahan kota, RTH juga berfungsi sebagai penyediaan oksigen. Untuk di Nabire sejumlah titik telah direncanakan sebagai titik RTH diantaranya Pantai MAF dan Bukit Meriam,” ujarnya. Disinggung masih banyaknya para pedagang yang beraktivitas di Pantai MAF, Daniel Maipon mengatakan bahwa khusus untuk Pantai MAF akan disediakan tempat untuk berdagang namun itupun terbatas bagi pedagang buah-buahan. “Khusus untuk Pantai MAF kita sedang membangun tempat untuk para pedagang buah, kita tata sedemikian rupa agar rapi dan tempat yang kami bangun sangat terbatas,” ujarnya. Terangnya, Pantai MAF dibangun sebagai RTH sehingga fungsinya juga sebagai tempat rekreasi/wisata dan bukan untuk tempat berjualan. Pemerintah memberikan fasilitas terbatas, sehingga para pedagang yang saat ini berdagang dibawah pohon akan ditempatkan ditempat-tempat yang telah ditentukan dan ada dalam program Tata Ruang Kota Nabire. Dalam kesempatan tersebut Kadistrik Nabire mengatakan bahwa, RTH Pantai MAF telah didesign secara matang. Pemerintah Kabupaten Nabire dalam hal ini Bupati telah mengeluarkan SK tetang Mitra RTH yang keanggotaannya terdiri atas unsur pemerintah, LSM bidang lingkungan, pemuda, unsur dan tokoh masyarakat serta lembaga adat. Terang Kadistrik, di tahun 2012, disamping anggaran APBD sebesar Rp.200 juta, RTH Pantai MAF mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi namun belum diketahui berapa besarnya dana tersebut. “Kita harapkan besarnya dana bantuan itu sesuai dengan kebutuhan dilapangan,” ujarnya. Bahkan dalam lomba design RTH kabupaten/kota seluruh Indonesia, yang diselenggarakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Tata Ruang, design RTH Kabupaten Nabire berhasil meraih juara 1 mengalahkan ratusan kabupaten/kota termasuk 2 kabupaten yang masuk 3 besar yakni Pacitan daerah Presiden Susilo Bambang Yudoyono dilahirkan dan salah satu kabupaten di NTT. Atas keberhasilannya itu, Nabire mendapat bantuan dana stimulant sebesar Rp.120 juta. (iing elsa) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
1831
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
1334
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1329
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
1207
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1182
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 355 |
![]() | Kemarin | 587 |
![]() | Minggu ini | 2620 |
![]() | Minggu kemarin | 4905 |
![]() | Bulan ini | 17720 |
![]() | Bulan kemarin | 24958 |
![]() | Semua | 158962 |
We have: 10 guests online
IP Anda: 38.107.179.233
,
Sekarang: Feb 23, 2012
IP Anda: 38.107.179.233
,
Sekarang: Feb 23, 2012







