| Kali Okomo Banjir, Pelajaran Bagi Pemkab Deiyai |
|
| Rabu, 22 Februari 2012 10:30 |
|
DEIYAI – Peristiwa jebolnya gorong-gorong di Kali Okomo yang mengakibatkan hancurkan kebun-kebun milik masyarakat bahkan rusaknya jembatan itu diharapkan segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Bahkan, gorong-gorong tersebut harusnya dibongkar karena melihat ukuran kali besar dan debit air yang tinggi, diganti dengan jembatan permanen.
Hal tersebut diungkapkan salah satu Mahasiswa asal Deiyai, Onesimus Madai kepada media ini, Sabtu (18/2). Dipaparkan, banjir merupakan gejala alam yang tidak bisa pastikan kapan akan terjadi, juga bagaimana proses terjadinya banjir. Namun, manusia akan sadar ketika banjir tersebut menghayutkan harta benda bahkan banjir bisa melanda korban jiwa, seperti yang terjadi di Kali Okomo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Kamis (16/2) lalu. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan ataupun gorong-gorong, sehingga air keluar dari batasan alaminya. Seperti yang terjadi di Kali Okomo, air meluap melampaui gorong-gorong bahkan ambrol terhanyut banjir. Menurut Ones, di Kabupaten Deiyai terdapat banyak aliran sungai yang cukup deras ketika hujan. Ada juga kali berukuran kecil tapi derasnya sangat besar. “Mestinya kali yang ukurannya besar dan debit air yang tinggi, tidak menggunakan gorong-gorong sebagai jembatan. Karena gorong-gorong tidak menjamin aliran sungai atau kali lancar pada saat hujan dan banjir,” tuturnya. Contoh kasus yang terjadi di Kali Okomo, menurut Ones Madai, meski belum ada data pasti dari lokasi kejadian, namun diprediksi hal itu akibat terjadi meluapnya air Kali Okomo. Jembatan yang menghubungkannya hanya gorong-gorong, bukan jembatan yang dilapisi dengan besi. “Padahal Kali Okomo termasuk kali yang besar di kawasan itu,” kata Ones. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam hal ini instansi terkait perlu survey ke kampung-kampung guna meninjau sungai/kali yang ukurannya lebar dan debit airnya tinggi, agar menjadi agenda prioritas dalam pelaksanaannya. “Banjir Kali Okomo merupakan pelajaran bagi masyarakat dan pemerintah agar kali atau sungai yang ukurannya lebar dalam hal membangun jembatan tidak lagi menggunakan gorong-gorong. Pemerintah dalam hal ini instansi terkait perlu menangani secara serius guna mengantisipasi terjadinya banjir kedua kalinya di Kali Okomo atau daerah lainnya di Deiyai,” ungkap Ones Madai. Karena gorong-gorong sudah rusak akibat banjir pada Kamis (16/2), diharapkan segera diantisipasi agar hal yang sama bahkan bisa lebih parah tidak terulang di masa mendatang. Untuk itu, masyarakat minta bangun jembatan beton. Kondisi riil pasca ambruknya gorong-gorong dan banjir tersebut telah dilaporkan oleh Kepala Distrik Tigi, Simon Mote, S.STp kepada Penjabat Bupati Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum. Dan rencananya hari ini Penjabat Bupati akan meninjau langsung lokasi bencana. (you) |
Opini
Pansus Kepegawaian Untuk Siapa ?
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Senin, 17 Oktober 2011
*Oleh : Nelles Dogomo Pada tanggal 20 September 2011 melalui sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mengesahkan setidaknya tiga surat keputusan tentang Panitia... Selengkapnya...
Artikel
Integritas Seorang Pemimpin
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
Oleh : Topilus B.Tebai Integritas secara sederhana dapat diartikan sebagai kesatuan pikiran, ucapan dan tindakan.Berdasarkan ini, patutlah kita sebagai masyarakat mempertanyakan integritas para... Selengkapnya...
Berita Terpopuler
2377
Penderitaan Pendidikan di Pedalaman Papua
Oleh: Elias Bidaugi Pigome
SABTU (19/3/2011), seorang...
2091
Prestasi Mahasiswa MIE Uncen Kelas B Nabire Mendapat Penghargaan
NABIRE - Untuk membentuk sumber daya...
2030
Satlantas Polres Nabire Gelar Lomba Pidato Tertib Lalin
NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire...
1879
PORPI Bukan Organisasi Politik, Porpi Adalah Ormas
NABIRE - Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia...
1848
Imunisasi dan Gizi, Pagar Selamatkan Generasi Papua
NABIRE - Ancaman kepunahan bagi generasi...






![]() | Hari ini | 959 |
![]() | Kemarin | 984 |
![]() | Minggu ini | 14003 |
![]() | Minggu kemarin | 18681 |
![]() | Bulan ini | 42721 |
![]() | Bulan kemarin | 52732 |
![]() | Semua | 297650 |
We have: 9 guests online
IP Anda: 38.107.179.231
,
Sekarang: May 19, 2012
IP Anda: 38.107.179.231
,
Sekarang: May 19, 2012







