Home Papua Tengah Bupati Dogiyai Diminta Mundur

Bupati Dogiyai Diminta Mundur

Suroso  Senin, 10 Agustus 2020 3:19
Bupati Dogiyai Diminta Mundur
NABIRE – Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa diminta mundur dari jabatan sebagai bupati karena telah memasukan nama–nama sekolah dan Puskesmas siluman untuk menyelamatkan segelintir pelamar lewat seleksi penerimaan pegawai negeri di Kabupaten Dogiyai. Tokoh Intelektual dari Sukikai Selatan, Thobias F. Bunapa saat dimintai keberadaan SMP Negeri Unito dan SD Negeri Wigoumakida di Nabire, Minggu (9/8) malah mempertanyakan kapan pemerintah Dogiyai membuka SMP Negeri Unito. Karena, selama ini tidak ada SMP, SD saja tidak jalan betul, macet, apalagi SMP. Demikian juga halnya dengan SD Negeri Wigoumakida, selama ini sama sekali tidak ada SD di Wigoumakida. Sekolah yang ada dekat Wigoumakida itu, sekolah SD dari Kabupaten Kaimana, bukan dari Kabupaten Dogiyai. Sementara itu, sumber terpercaya dari Sukikai Selatan lain menyebut, tidak ada SD Negeri di Kampung Digihou dan Kampung Bidau. Yang ada cuma Puskemas Pembantu. Oleh sebab itu, Thobias Bunapa menilai, nama-nama sekolah dan Puskesmas siluman di Distrik Sukikai Selatan dan beberapa SD di wilayah Mapia seperti SD Negeri Apogomakida, SD Negeri Timepa, SD Negeri Modio dan SMP Mapia Timur ini permainan sebagai upaya menggulingkan Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa. Oleh sebab itu, mantan Kepala Distrik Sukikai Selatan ini meminta kepada Bupati Yakubus Dumupa agar mundur dari jabatan bupati. Karena, upaya ini sangat memalukan dan telah mencoreng nama besar Bupati Dogiyai. Ia menilai, ini sebuah permainan untuk menyelamatkan orang non Papua dengan menempatkan mereka di sekolah dan Puskesmas siluman. Pencari kerja non Papua ini diangkat, dengan penempatan di sekolah dan Puskesmas siluman, hanya sekedar menyelamatkan demi orang non Papua. Oleh sebab itu, Bupati Dogiyai harus berani mengakui secara terbuka kepada masyarakat Dogiyai. Bupati Dumupa telah menipu masyarakat dan negara dengan mengangkat orang di tempat yang tidak jelas, tidak ada di lapangan. Sebab itu, bupati harus berani menyatakan diri mundur karena tidak mampu dan tidak tahu daerahnya. Satu yang menarik dari kasus sekolah siluman, SD Negeri Apagomakida. Ayahnya Yakubus Dumupa mantan Kepala SD YPPK Apogomakida dan bupati lahir di tempat ini. Wakil Bupati, Oscar Makai dari Kampung Kegata, tetangga Kampung Apogomakida, masa dua pejabat ini tidak tahu kalau di Apogomakida tidak ada SD Negeri, yang ada hanya SD YPPK Apogomakida. Sementara SD Negeri Modio dan Timepa, hampir sebagian besar pejabat, pegawai negeri dan masyarakat Dogiyai, tau di dua kampung ini tidak ada SD Negeri karena SD YPPK Modio dan SD YPPK Timepa, dua SD tertua di wilayah Mapia. Hal aneh lainnya juga, sekolah SMP yang ada di Distrik Mapia, hanya SMP Negeri 1 Mapia yang berlokasi antara Polsek Mapia dan Koramil Mapia, selebihnya tidak ada SMP di distrik induk seluruh wilayah Mapia-Piyaiye ini. SMP Mapia Timur, hingga saat ini tidak ada Distrik Mapia Timur dan tidak ada SD yang membuka sekolah satu atap di Distrik Mapia. (ans)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Rabu, 14 Oktober 2020 22:52
Selisih Waktu Sebulan Rapatkan Barisan Tak Ada Ruang Rahasia Lembaga KPU Nabire
Oleh: Donatus Degei      SEBUAH catatan ‘sangat amat penting’ perhatian serius penuh kesungguhan, merapatkan
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Diduga Covid, Pasien Meninggal Dunia
Suroso  Kamis, 10 September 2020 11:22
KPU Nabire Bertemu Kubu Natalis Degei
Suroso  Senin, 14 September 2020 21:47
Pemda Wajib Umumkan Hasil CPNS 2018 dari Panselnas
Suroso  Rabu, 9 September 2020 21:14

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan