Home Nabire Mahasiswa Warga Meepago Unjuk Rasa Minta Pulang

Mahasiswa Warga Meepago Unjuk Rasa Minta Pulang

Suroso  Rabu, 8 Juli 2020 0:29
 Mahasiswa Warga Meepago Unjuk Rasa Minta Pulang

JAYAPURA - Ratusan mahasiswa yang terbagung dalam Forum SDM Meepago bersama masyarakat Meepago yang kini terdampar di Jayapura akibat pembatasan transportasi melakukan unjuk rasa di Kantor DPRP Papua, Selasa (07/07/29) siang.

Mahasiswa dan warga terdampar asal Meepago yang terdiri dari warga Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya, mendesak Pemprov Papua dan Bupati Asosiasi Meepago supaya menyediakan akses transportasi agar mereka bisa kembali ke kampung halaman mereka masing-masing.

Pasalnya, selama berada di Jayapura pada musim Pandemi Covid-19 ini mereka selalu mengalami banyak hambatan. 

Karena ketiadaan bantuan dan sulit terpenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami mahasiswa asal Meepago yang tergabung dalam Forum SDM Meepago melangsungkan aksi ini untuk meminta kepada Asosiasi Bupati Meepago agar buka akses Pelabuhan Samabusa dan Bandara di wilayah Meepago," kata Amos Kigodi Kayame kepada wartawan media ini.

Dijelaskan, aksi ini dilakukan atas dasar peduli Sumber Daya Manusia Meepago, dalam hal ini, agar adik-adik siswa/i yang sudah lulus SMA dapat melanjutkan ke perguruan tinggi seluruh kota di Indonesia.

Aksi ini dilakukan juga mengingat orang tua yang sudah datang dari wilayah Meepago untuk menyaksikan anaknya yang wisuda, tetapi dampak Covid-19 orang-orang tua tersebut terlockdown.

Namun dalam aksi ini juga mahasiswa meminta dengan tegas kepada Asosiasi Bupati Meepago agar memfasilitasi kepulangan adik-adik pelajar dan para orang tua dangan syarat melakukan rapid tes massal secara gratis.

"Tuntutan dalam aksi ini, tidak dijawab maka mahasiswa akan menyerukan untuk bubarkan asosiasi bupati Meepago," tegasnya Ketua MPM Uncen ini.

Hal senada juga disampaikan Okto Reinard Yogi menjelaskan aksinya menuntut Asosiasi Bupati Meepago segera membuka akses pelabuhan dan udara.

Aspirasinya telah diterima oleh DPR Papua Komisi IV untuk ditindaklanjuti kepada Bupati Asosiasi Meepago.

"Demi keselamatan generasi masa depan Meepago namun untuntan kami mahasiswa Meepago secepatnya direspon.

Jika tidak direspon maka kami siap bubarkan asosiasi bupati Meepago adalah solusi bagai mahasiswa asal Meepago," tukasnya.

Saat dikonfirmasi media ini, anggota DPR Papua, Mesakh Magai juga membenarkan aksi itu.

Kata dia, para mahasiswa dan warga Meepago yang terlockdown di Jayapura sejak beberapa bulan lalu, berharap agar bisa kembali ke kampong halamannya.

Terkait hal ini, kata Mesakh, DPR Papua memberikan respon dengan turut mengkawal agar aspirasi mahasiswa dan warga ini bisa terjawab.

“Kami juga akan menemui Kepala Dinas Perhubungan Papua agar bisa memfasilitasi mereka untuk bisa pulang ke kampungnya.

Selain itu, kami juga akan menyampaikan surat kepada para bupati Meepago terkait hal ini,” ujar Mesakh saat dikonfirmasi media ini. 

Lanjut Mesakh, pihaknya mendukung agar mahasiswa maupun warga yang akan pulang ke Meepagi bisa difasilitasi.

Selain itu, bagi para pelajar yang akan melanjutkan studi ke luar Meepago, juga diharapkan bisa keluar daerah.

Dan juga, bagi warga daerah lain yang sementara ini masih terlockdown di Nabire, dirinya juga mengharapkan agar bisa difasilitasi untuk warga ini kembali ke kampong halamannya.

Hal senada juga dikatakan anggota DPR Papua lainnya, Thomas Sondegau.

Saat menerima mahasiswa dan masyarakat Meepago mengatakan jika pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Dirinya akan memimpin rapat membahas aspirasi tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Papua untuk menyurati bupati-bupati Meepago untuk membuka akses lalu memberangkatkan warga dari Meepago yang sudah enam bulan di Jayapura dan mengeluarkan mahasiswa dan pelajar yang berada di Meepago. (eby/ros)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Selasa, 4 Agustus 2020 20:49
Tanaman Anggrek dan Potensinya Yang Terlupakan
Oleh : Andrias Gobay S.Sos.,MA. Noken Anggrek merupakan satu dari sekian banyak oleh – oleh khas Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Pan
Suroso  Selasa, 30 Juni 2020 21:54
Sejarah Polri, Mengapa 1 Juli Diperingati Hari Bhayangkara *Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Jaman Kerajaan PADA zaman Kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas mel
Agenda Nabire
JADWAL BIMTEK PPS
 Sabtu, 27 Juni 2020 2:6

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS)

DAN PANITIA PEMILIHAN DISTRIK (PPD) PILKADA NABIRE TAHUN 2020

GELOMBANG IV (EMPAT)

Hari/tanggal : Sabtu, 27 Juni 2020

Jam : 09.00 WIT - Selesai

Tempat : Aula Gereja Sion, Karang Tumaritis, Nabire

Peserta : PPS dan PPD Distrik Uwapa, Siriwo, Dipa, Menou

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan