Home Papua Barat DPRPB Diminta Lanjutkan Bahas Draf Perdasus Masyarakat Adat

DPRPB Diminta Lanjutkan Bahas Draf Perdasus Masyarakat Adat

Suroso  Sabtu, 10 Februari 2018 6:11
DPRPB Diminta Lanjutkan Bahas Draf Perdasus Masyarakat Adat
MANOKWARI - Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPRPB) diminta mengoptimalkan fungsi pengawasan mereka, terhadap pemanfaatan ruang di wilayah Papua Barat, mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Papua Barat. Pemanfaatan ruang hidup di wilayah Papua Barat ditengarai meminggirkan hak masyarakat adat, menyusul massifnya pembangunan, termasuk rencana pengembangan ekonomi oleh pemerintah. Koalisi Kelompok Kerja Masyarakat Sipil Peduli Ruang Hidup Papua Barat, Rabu, bertemu Fraksi Otonomi Khusus DPRPB. Pertemuan itu untuk mendorong fraksi yang dibentuk sesuai amanat Otsus tersebut, dapat memaksimalkan fungsi pengawasan mereka dalam pemanfaatan ruang hidup masyarakat adat. Bertemu Wakil Ketua Fraksi Otsus DPRPB Maria Duwitau, koalisi menyatakan penataan wilayah masyarakat adat di provinsi Papua Barat perlu untuk diperhatikan oleh pemerintah. Koalisi menyatakan, saat ini terjadi pergeseran begitu besar antara kebijakan pembangunan dengan ruang hidup masyarakat adat, yang sangat berpotensi menjadi ancaman, sebab ruang hidup masyarakat adat semakin menyempit. Maria Duwitau dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa, “Kami dari DPR Papua Barat merasa sangat penting, karena ini berkaitan dengan masyarakat. Apalagi ini menyangkut dengan tata kelola dan ruang hidup masyarakat.” Fraksi Otsus, seperti dikatakan Maria, nantinya melaporkan kegelisahan masyarakat adat tersebut dalam pertemuan yang lebih besar dengan pimpinan DPRPB. “Sebagai bagian dari alat kelengkapan dewan, kami harus lapor dulu (hasil pertemuan) kepada pimpinan sehingga pertemuan berikut terjadwal dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Maria kepada Cahaya Papua. Selain itu, Maria menuturkan, saat ini draf Perdasus masyarakat adat sudah siap untuk dibahas, namun DPRPB belum melakukannya karena sejumlah kendala, seperti belum tersedianya anggaran legislasi. Untuk diketahui, draf Perdasus masyarakat adat didorong tahun lalu namun pembahasannya belum berjalan maksimal. Draf ini merupakan upaya masyarakat adat untuk melindungi hak mereka dalam pemanfataan ruang hidup di wilayah adat mereka. “Kami sangat berharap Raperdasus ini (masyarakat adat), dapat menjadi instrumen hukum yang melindungi masyarakat adat. Investasi apapun juga harusnya diketahui dan atas ijin wakil adat masyarakat, Majelis Rakyat Papua (MRP),” katanya. Soal RTRW Papua Barat, Maria meminta agar dilakukan evaluasi atau peninjauan kembali, agar tidak terjadi tumpang tindih atau bahkan menimbulkan konflik dikemudian hari. (ist)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Jumat, 7 Agustus 2020 0:4
Tanaman Anggrek dan Potensinya Yang Terlupakan
Oleh :  Andrias Gobay S.Sos.,MA. Noken Anggrek merupakan satu dari sekian banyak oleh – oleh khas Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiya
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Bupati Dogiyai Diminta Mundur
Suroso  Senin, 10 Agustus 2020 3:19
Waktu Pengumuman CPNS Nabire Masih Tanda Tanya
Suroso  Rabu, 19 Agustus 2020 0:28
Hasil CPNS 2018 Nabire Belum Diumumkan
Suroso  Senin, 10 Agustus 2020 3:23
Diduga Covid, Pasien Meninggal Dunia
Suroso  Kamis, 10 September 2020 11:22

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan