Home Papua Tengah Jembatan Kali Mapia Menanti Sentuhan Bupati Dumapa

Jembatan Kali Mapia Menanti Sentuhan Bupati Dumapa

Suroso  1/11/2018 8:14:20 PM
Jembatan Kali Mapia Menanti Sentuhan Bupati Dumapa
JEMBATAN Kali Mapia, sebagai pendukung komunikasi darat dari tiga distrik ke Moanemani sebagai ibukota Kabupaten Dogiyai sedang menantikan sentuhan dari Bupati Jakubus Dumapa sebagai Bupati Dogiyai periode kedua. Sebab, periode pertama, Bupati Thomas Tigi dan dilanjutkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Dogiyai, Herman Auwe tidak berhasil menyelesaikan. Masyarakat dari Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat dan Piyaiye mengharapkan Bupati Dogiyai, Dumapa memprioritaskan jembatan Kali Mapia yang permanen direalisasikan dalam 100 hari kerja, Bupati dan Wakil Bupati. Karena jembatan tersebut merupakan fasilitas vital untuk memperpendek rentang kendali dan jangkauan wilayah dan pelayanan pemerintah dengan biaya yang relatif murah, kecuali biaya pembangunan fisik jembatan permanen.Ketika Thomas Tigi menjabat sebagai Bupati, jalan darat dari Moanemani lewat Bomomani-Abaimaida sudah tembus Distrik Mapia Barat. Semasa itu, pejalan kaki menyeberang kali Mapia lewat jembatan gantung. Saat musim panas, beberapa pengendara kendaraan roda empat dan roda dua menyeberang lewat kali dan tembus ke Modio sebagai ibukota Distrik Mapipa dan ke Kampung Yegoukotu, Distrik Mapia Tengah.Semasa transisi antara Bupati dan Plt Bupati, jembatan Kali Mapia ditangani oleh pemerintah dengan membangun pondasi jembatan. Kegiatan pembangunan jembatan tersebut terhenti selama setahun lebih, ketika Plt Bupati Herman Auwe mengendalikan kegiatan pemerintah dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Dogiyai.Sejak pihak ketiga menangani pekerjaan jembatan, tidak ada kendaraan roda dua dan empat yang bisa tembus ke Modio dan Yegoukotu karena pondasi jembatan dibangun di tempat yang biasanya dilalui kendaraan roda dua dan roda empat saat musim panas dan volume air di kali Mapia menurun.Akibat terhalang tempat penyeberangan kendaraan di kali Mapia, secara swadaya masyarakat dari Distrik Mapia Tengah membangun jembatan darurat. Awalnya, hanya dengan dua batang kayu dan dilanjutkan dengan jembatan darurat untuk mempermudah lalu lintas kendaraan roda dua. Tetapi, lewat jembatan darurat itu pula, dua kendaraan roda dua ‘korban’ di kali Mapia dan hingga kini, kerangka motor saja tidak ditemukan masyarakat, terbawa oleh arus kali Mapia.Sejumlah orang menilai korbannya dua motor di Kali Mapia gara-gara kelalaian kontraktor yang tidak membangun jembatan darurat selama pekerjaan jembatan. Ataupun ‘membelah’ kali Mapia dan membuka jalan alternatif untuk lalu lintas kendaraan selama jembatan permanen belum selesai, seperti halnya yang lazim dilaksanakan di tempat lain ketika ada renovasi dan pembangunan jembatan.Jembatan Kali Mapia terlantar selama setahun lebih. Oleh karena itu, masyarakat dari Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat dan Piyaiye mengharapkan Bupati Yakobus Dumapa dan Wakil Bupati Oskar Makai agar memprioritaskan pembangunan jembatan tersebut dalam tahun anggaran ini, sebagai program prioritas.(ans)
Suroso  12/26/2017 1:19:36 AM
ORANG ASLI PAPUA (OAP) MENGALAMI KEMATIAN BERLAPIS
Oleh Ernest Pugiye Orang asli Papua (Selanjutnya and abaca: OAP) masih tetap mengalami kematian di mana-mana. Kondisi ini teramat memilukan
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kejuaraan Bulutangkis Nabire Open 2017
 11/18/2017 6:31:58 PM

Tanggal : 12 s/d 17Desember 2017

Pukul    : 10.00 WIT s/d Selesai

Tempat : GOR Kotalama, Nabire

HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."