Home Nabire Klarifikasi Spanduk di Pantai Nabire

Klarifikasi Spanduk di Pantai Nabire

Suroso  11/14/2017 6:38:21 AM
Klarifikasi Spanduk di Pantai Nabire

PERS RELEASE

Nomor: 059/PR-HUMAS-NBX/XI/17

Klarifikasi Spanduk di Pantai Nabire  

 

Kamis, 2 November 2017,  warga melihat  sebuah spanduk, kira-kira berukuran 2x3 terpasang di Pantai Nabire, Kabupaten Nabire Papua. Spanduk berwara hijau itu memuat foto Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP bagian kiri dan bertuliskan,  "DI ATAS TELAPAK KAKI OTTO GEISLER TERLUKIS INDAH NAMA BPK. ISAIAS DOUW UNTUK MENERIMA AMANAT DARI YANG MAHA KUASA AGAR MENGANTARKAN UMATNYA DI KOTA NABIRE MEMASUKI PINTU GERBANG EMAS DALAM BINGKAI NKRI TANPA MEMBEDAKAN AGAMA, SUKU, RAS, GOLONGAN DI DALAM KEKUATAN BHINEKA TUNGGAL IKA MEMPERKOKOH KEDAULATAN NKRI". Satu minggu kemudian, Minggu, 12 November 2017, sebuah media warga online menulis berita dengan judul" Sejumlah warga Nabire mempertanyakan maksud dan arti dari pemasangan Baliho di Pantai Nabire." Link berita media warga yang tak menyebutkan secara jelas siapa nama sejumlah warga yang dimaksud itu dishare ke sejumlah media sosial oleh sejumlah pihak. Pada saat yang sama (Minggu, 12 November 2017) spanduk tersebut sudah tidak terlihat lagi di Pantai Nabire. Pada sore hari, 12 November 2017, Pukul 16.30 WIB, saya (Kabag Humas Setda Nabire) membagikan link berita yang dimuat di media warga dimaksud kepada Kasubag Publikasi disertai pesan singkat yang berisi "Pak Bupati tdk tahu, Humas tidak tahu, siapa yang  pasang baliho ini. Sampaikan temanmu, mesti konfirmasi berita2 macam ini." Pada Pukul, 21.00:07 WIB, Minggu, 14 November 2017, media warga tersebut telah merilis berita berjudul "Humas Pemda Nabire : “Bupati Tidak Tahu Siapa yang Memasang Baliho ‘Diatas Telapak Kaki Otto Geisler’ di Pantai Nabire”. Terkait pemberitaan atas nama di media warga tersebut, saya tidak pernah memberikan keterangan pers terkait spanduk tersebut kepada media secara terbuka. Setiap rilis yang dikeluarkan Humas Setda Nabire memiliki nomor dan dikirimkan hanya ke media-media resmi yang berbadan hukum dan dalam publikasinya patuh pada aturan-aturan jurnalistik.   Mengenai polemik spanduk tersebut, kami mengklarifikasi sebagai berikut: Pertama, Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire dan secara khusus Bupati Nabire belum mendapatkan pemberitahuan terkait pemasangan spanduk tersebut. Kedua, karena itu, mengenai isi spanduk, Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire tidak bertanggung jawab. Tetapi, kami menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nabire memiliki komitmen untuk tetap menjaga keragaman suku, agama dan budaya yang ada di Kabupaten Nabire. Stabilitas keamanan daerah adalah salah satu Misi Pembangunan Kabupaten Nabire dan telah menjadi program prioritas pertama dari 14 program prioritas. Ketiga, Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Ketua DPRD, Kapolres,  Dandim, dan Kejaksaan (Forkopimda) memiliki komitmen untuk terus menjaga dan merawat empat pilar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Keempat, Pemerintah Kabupaten Nabire meminta kepada semua pihak, baik di media sosial, media warga dan media resmi agar akhiri polemik terkait spanduk tersebut pasca klarifikasi ini. Demikian klarifikasi kami. Atas perhatiannya, kami menyampaikan terima kasih.  

Senin, 13 November 2017

Kabag Humas Setda Nabire  

Yermias Degei

Suroso  11/10/2017 8:06:12 AM
Merubah Pola Hidup Papua dengan Sistim Unggulan/Percontohan
Oleh: Drs Anthon Agapa GUNA terjadinya suatu perubahan pola hidup Papua di era modern, kini dalam pelaksanaan pembangunannya mesti digalakk
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kejuaraan Bulutangkis Nabire Open 2017
 11/18/2017 6:31:58 PM

Tanggal : 12 s/d 17Desember 2017

Pukul    : 10.00 WIT s/d Selesai

Tempat : GOR Kotalama, Nabire

HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."