Home Papua Barat Yoteni : Daerah Tersulit Perlu Tambahan Dana Otsus

Yoteni : Daerah Tersulit Perlu Tambahan Dana Otsus

Suroso  Selasa, 17 Nopember 2015 6:39
Yoteni : Daerah Tersulit Perlu Tambahan Dana Otsus
MANOKWARI, TP – Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Yan A. Yoteni mengatakan daerah yang memiliki kondisi geografis sulit, butuh perhatian lebih besar di banding daerah-daerah lainnya.Perhatian itu, kata Yoteni bisa diberikan dengan menambah dana otonomi khusus (otsus) kepada daerah tersebut, seperti di Kabupaten Raja Ampat yang merupakan daerah kepulauan membutuhkan dana yang lebih besar agar program prioritas tercapai. Dikatakan Yoteni, di Kabupaten Raja Ampat, terdapat kurang lebih 107 sekolah tingkat SD, 33 tingkat SMP, dan 19 tingkat SMU serta 4 tingkat SMK. Rata-rata kekurangan guru. “Mungkin ketidakhadiran guru di sekolah diakibatkan medan yang sangat sulit. Untuk menjangkau pulau sangat jauh dan mahal, sehingga guru cenderung tidak ada di tempat tugas,” tukasnya.Menurutnya, pembagian dana otsus, 70 persen untuk kabupatebn/kota dan 30 persen untuk provinsi merupakan langkah tepat. Hanya saja, untuk Raja Ampat masih kurang karena biasa transportasi antar daerah yang begitu besar.“Dana otsus untuk kabupaten Raja Ampat hanya habis di transportasi, padahal untuk pendidikan maupun kesehatan juga harus mengjangkau seluruh daerah,” jelas Yoteni kepada Tabura Pos, Minggu (14/1).Menurutnya, pelayanan kesehatan dan pendidikan di Raja Ampat belum sepenuhnya dirasakan masyarakat secara merata. Untuk itu, butuh perhatian yang lebih besar karena ada beberapa daerah yang memiliki indeks kesulitan geografi baik kabupaten Raja Ampat, Teluk Wondama, kabupaten pengunungan Arfak yang rata-rata sekolah tetapi tidak ada tenaga pendidikan, daerah-daerah seperti ini lah yang harus di berikan tambahan dana otonomi khusus.Tambah Yoteni sesuai dengan laporan yang masuk dari beberapa anggota DPR Papua Barat dari mekanisme pengangkatan yang berada di tiga Klaster rata-rata sama khususnya di bidang pendidikan.Dengan demikian dirinya berfikir selain raperdasus dan pertanggungjawaban dana otsus harus ada perdasus khusus di sektor pendidikan yang mengatur tentang guru, dan pola mengajar apa tepat diterapkan di Papua Barat. Sementara di bidang kesehatan membutuhkan klinik yang bisa mengjangkau seluruh masyarakat Raja Ampat.[CR31-R3]
Suroso  Kamis, 15 Februari 2018 4:6
Menuju Pilkada Papua Berintegritas
Oleh : Nenu Tabuni, S.Sos (Catatan Lepas Untuk Pansus Pilgub DPRP Provinsi Papua, Penyelenggaraan Pemilu, Tim Sukses dan Masyarakat Pemilih)
Suroso  Selasa, 20 Februari 2018 22:52
MENOLAK POLITIK UANG DAN SARA
OLEH ERNEST PUGIYE MENOLAK POLTIK UANG DAN POLITISASI SARA dalam konteks demokrasi damai kini sedang aktual dibicarakan di berbagai kalangan
Agenda Nabire
Pameran
 Rabu, 21 Februari 2018 23:12

Pameran Produk UKM dan Koperasi

Hari/tanggal : Rabu (21/2/18) s/d Sabtu (24/2/18)

Tempat : GOR Kotalama

HAHAEEE...
Polisi Interogasi Pelaku Tabrakan Maut
 Rabu, 31 Januari 2018 0:13

Polisi Interogasi Pelaku Tabrakan Maut  

Polisi : Bagaimana kejadiannya,kenapa sampe ko bisa tabrak 30 orang dalam suatu kecelakaan Mobil..??  

Obet : Waktu sa bawa Mobil ni de pu kecepatan 95 km/jam. Waktu sa di pertigaan sa baru sadar kalo Mobil ni de pu rem tuh lagi Rusak. Sa mo belok ke kiri ada Pace dua orang, sedangkan dikanan dong ada bikin pesta ulang tahun... Kalo Bapak Polisi kira2 ko pilih yang mana..??  

Polisi : Mendingan ke kiri toh.. de pu korban hanya sedikit...!!  

Obet : iya Pak, sa juga pikir begitu Pak..!!  

Polisi : Tapi kenapa orang yang sedang Rayakan Pesta ulang tahun dong kena Tabrakan juga...??  

Obet : Ceritanya Begini..Sa sebenarnya tadi pilih tabrak pace dua yang ada di sebelah kiri saja.. Eh..ternyata yang sa tabrak cuma satu saja, pace yang satu nya lagi de lari ke pesta ultah yang ada disebelah kanan, makanya sa belok kejar de kesana…..

Populer